Minggu, 13 September 2015

PADA SUATU PERPISAHAN

Pada Suatu Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono


Liuk tubuhmu menggigil di ujung pagi musim dingin.
Kau tapaki javastraat yang menyimpan kenangan.
Tak henti bibirmu mengalunkan tembang rindu,
merobek degup perjalanan. Sampai sekarang aku
bertanya untuk apa menembus deretan benua?
Menjejaki tanah salju beraroma tulip ini? Kalau
asmara bisa dijumput di padang halimun, mengapa
harus ke sini? Mukamu merah jingga dengan mulut
nganga. Suara alunmu bersemayam letupan kata-kata,
lalu basah liurmu menarikan luka dalam semesta.
Kuseruput sendiri kopi panas di teras Oude Kerk,
setelah kau menggeliat murka. Sedangkan aku pergi
diam-diam kehabisan kata-kata. 

SAJAK MALAM HARI

Sajak Malam Hari

Oleh : Didik Siswantono


Aku suka menulis sajak pada malam hari
di bawah belai angin dan segelas kopi
ditemani nyamuk-nyamuk satu kompi.

Tuhan menjagaku di satu sisi
nyamuk menemaniku di lain sisi.

Gigitan dan cubitan nyamuk
adalah obat ngantuk paling manjur
mengejutkanku dari pelukan lelap.

agar aku tetap bercakap dengan Tuhan
muasal sebuah sajak dituliskan
melalui urat nadi ayat-ayatNya. 

PELAJARAN MELIPAT WAKTU

Pelajaran Melipat Waktu

Oleh : Didik Siswantono


Kita manusia berbaju rapi, ditakdirkan berkejaran dalam
angka. Terus berlarian melipat waktu, memacu pagi yang
hujan, menunggangi petang menjadi malam tanpa bintang. 

Perihal melipat waktu, kecepatan kita melesat bersama
angin musim tanpa bintang. Sudah berapa tempat yang
kita singgahi, dalam penantian yang tak kenal hari?

Kalian boleh pulang ke rumah, setelah lelah berlari tanpa
berhenti. Aku akan terus berlari, belajar mencintai pagi
yang selalu hujan, pemberian Tuhan.

2014 

Popular Posts

Blogger templates

Minggu, 13 September 2015

PADA SUATU PERPISAHAN

Pada Suatu Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono


Liuk tubuhmu menggigil di ujung pagi musim dingin.
Kau tapaki javastraat yang menyimpan kenangan.
Tak henti bibirmu mengalunkan tembang rindu,
merobek degup perjalanan. Sampai sekarang aku
bertanya untuk apa menembus deretan benua?
Menjejaki tanah salju beraroma tulip ini? Kalau
asmara bisa dijumput di padang halimun, mengapa
harus ke sini? Mukamu merah jingga dengan mulut
nganga. Suara alunmu bersemayam letupan kata-kata,
lalu basah liurmu menarikan luka dalam semesta.
Kuseruput sendiri kopi panas di teras Oude Kerk,
setelah kau menggeliat murka. Sedangkan aku pergi
diam-diam kehabisan kata-kata. 

UJUNG MALAM

Ujung Malam

Oleh : Didik Siswantono


Dua ranjang adalah aku dan kamu;
lalu tibalah kita di ujung malam
menarik selimut tebal
menjadi satu desah
tak teraba.

2014 

CINTA DALAM DIAM

Cinta dalam Diam

Oleh : Didik Siswantono


Aku mencintaimu dalam diam
namun begitu dalam
kuserahkan hatiku yang belum pualam
jadikanlah sulaman selimut malam. 

SAJAK MALAM HARI

Sajak Malam Hari

Oleh : Didik Siswantono


Aku suka menulis sajak pada malam hari
di bawah belai angin dan segelas kopi
ditemani nyamuk-nyamuk satu kompi.

Tuhan menjagaku di satu sisi
nyamuk menemaniku di lain sisi.

Gigitan dan cubitan nyamuk
adalah obat ngantuk paling manjur
mengejutkanku dari pelukan lelap.

agar aku tetap bercakap dengan Tuhan
muasal sebuah sajak dituliskan
melalui urat nadi ayat-ayatNya. 

PELAJARAN MELIPAT WAKTU

Pelajaran Melipat Waktu

Oleh : Didik Siswantono


Kita manusia berbaju rapi, ditakdirkan berkejaran dalam
angka. Terus berlarian melipat waktu, memacu pagi yang
hujan, menunggangi petang menjadi malam tanpa bintang. 

Perihal melipat waktu, kecepatan kita melesat bersama
angin musim tanpa bintang. Sudah berapa tempat yang
kita singgahi, dalam penantian yang tak kenal hari?

Kalian boleh pulang ke rumah, setelah lelah berlari tanpa
berhenti. Aku akan terus berlari, belajar mencintai pagi
yang selalu hujan, pemberian Tuhan.

2014 

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.