Minggu, 30 Agustus 2015

MENULIS CINTA

Menulis Cinta

Oleh : Sitok Srengenge

Kauminta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat
Jangan lagi menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut 

Sabtu, 29 Agustus 2015

SALJU

Salju

Oleh : Wing Kardjo


Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun

Ke manakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup

Ke manakah lari
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti

Ke manakah pergi
Selain mencuci diri 

PENGAKUAN MUSIM GUGUR

Pengakuan Musim Gugur

Oleh : Didik Siswantono

Aku telan sebait doa
dan minum tetesan air mata
tiga malam di kafe Latei,
denting rinduku mencari arti
memantul di semesta matamu
tinggal perih yang menghinaku
menari indah di tangisanku.
Aku cuma ingin mengaku:
"Adakah yang lebih menggetarkan
dari getir cinta patah di musim gugur?"
Setelah itu terserah padamu.

Amsterdam, 2014 

PELAJARAN RINDU

Pelajaran Rindu

Oleh : Didik Siswantono

Kau hapus kisah pada sebuah rindu yang tak pernah selesai,
pada sebuah kota yang begitu jauh, pada Tuhan yang tak
kunjung mengulurkan bantuan. Dadamu yang ranum selalu
diremas kesedihan, apa artinya sebuah pertemuan?

Setiap angin mengelus dadamu, kau selalu saja berkelit,
pada sebuah jarak yang begitu jauh, pada sebuah jejak
yang sulit ditebak. Bukankah rindu yang tersembunyi
adalah ia yang telah kau restui?

Kau diam saja dan berusaha mengelak dari cahaya pukul
sembilan belas kosong tiga. Sewindu kini, kau menjelma
buku tua yang kertasnya mudah sobek. Bukankah cuma
aku yang sudi memberimu pelajaran rindu? 

SAJAK RINDU SEPANJANG MALAM

Sajak Rindu Sepanjang Malam

Oleh : Didik Siswantono

Butiran beningmu mengalir di tanganku
lalu kubuat membasuh mata basahku
yang terlanjur digenangi rindu.

Dirimu selalu serupa embun pagi
yang pamit karena takut mentari
lantas aku lipat rinduku rapi-rapi.

Aku tahu walau cintamu begitu buram
akan kujaga engkau sepanjang malam
sampai hatimu membuka salam.

Surabaya, 2014
 

YANG TERASING

Yang Terasing

Oleh : Kuntowijoyo

Ada dinding-dinding di gedung
membagi ruang jadi dua:
engkau dan semesta
Kamar-kamar raksasa
menyimpan hidup
dalam kotak-kotak
Engkau terkapar di sana
terpaku di kursi
tangan ke lantai
dilingkar tembok baja
yang membungkus napasmu

Sedang di luar 
hari berjalan sebagai biasa
lewat lorong luas
yang indah hiasannya
mengirim berkas matahari ke kamarmu
memancing duka 

ROMANTISME DAUN-DAUN KERING

Romantisme Daun-Daun Kering

Oleh : Oka Rusmini

mencintaimu
seperti mencintai daun-daun kering
mengotori tanah
menurunkan pahatan imajinasi
yang kurangkai di langit

memilikimu
seperti memiliki daun-daun kering
tak berwujud
cuaca telah memeras taksumu
tak tersentuh matahari pagiku

menatapmu
seperti menatap daun-daun kering
segumpal nanah dan kekacauan menetes di matamu 
jatuh ke tanah 
menyuburkan akar pohonku

mendekapmu
seperti mendekap daun-daun kering
rohnya batu
apinya retakan tanah dan sungai

permainan ini
kartu-kartu tanpa napas

1996 

Selasa, 25 Agustus 2015

LELAKI

Lelaki

Oleh : Kuntowijoyo

Ketika kentong dipukul
bintang-bintang berebut
menenun pagi
jadi samudra 

Di laut
naga memukul ombak
perahu tergoyang
bagai mainan
Dua ribu tangan menjinakkan air
menahan gelombang
Halilintar di kepala
bagai isyarat
memaksa laut
menyerahkan diri
untuk dijamah
Pelaut sudah turun
jaring-jaring perkasa
menangkap duyung
yang menggoda cinta
Para lelaki
berdiri di pinggir kapal
mengagumi wajahnya
menarik napas
Lelaki:
yang hanya bercinta di malam hari 

VAGINA

Vagina

Oleh : Kuntowijoyo

Lewat
celah ini
engkau mengintip
kehidupan.
Samar-samar
dari balik sepi
bisik malam
menembangkan bumi.
Engkau tidak paham
mengapa laut tidak bertepi
padahal engkau berlayar setiap hari.
Tutup kelopak matamu
bulan mengambang
di balik semak-semak.
Menantimu.
Misteri itu
gugur
satu-satu
setiba engkau disana
merebahkan diri. 

MEROBEK KENANGAN

Merobek Kenangan

Oleh : Didik Siswantono


Waktu pernah seperti meja di restoran
semua hidangan terasa enak dimakan

aku tak sempat melihat matamu saat itu
lagi asyik memotong salmon asap kesukaanku

lalu waktu seperti pisau di tanganku
berkilat tajam mengiris nadi ingatan

darahnya mengucur merobek kenangan.

Bangkok, 2013
 

Senin, 24 Agustus 2015

PILIHAN

Pilihan

Oleh : Adi Darmawan

kau katakan padaku
tentang robeknya masa lalu
tentang luka yang kau simpan
tentang sekutumu pada bahagia
namun kau harus tetap setia
demi sebuah panggilan dan nyaman
aku pun duduk tak bersuara
sebab percuma saja
jikalau kau tak ingin keluar
dan terus setia
hidup itu pilihan. 

Minggu, 23 Agustus 2015

KEPALAKU: KANTOR PALING SIBUK DI DUNIA

Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia

Oleh : Aan Mansyur


engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.

kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.

tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
 yang sepele sungguh rumit buat dijelaskan.

ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja. 

KARENA KATA

Karena Kata

Oleh : Sapardi Djoko Damono


Karena tak dapat kutemukan
Kata yang paling sepi
Kutelantarkan hati sendiri

Karena tak dapat kuucapkan 
Kata yang paling rindu
Kubiarkan hasrat terbelenggu

Karena tak dapat kuungkapkan
Kata yang paling cinta
Kupasrahkan saja dalam do'a 

Senin, 10 Agustus 2015

TERUS TERANG

Terus Terang

Oleh : Adi Darmawan

 
Memungkinkan mu tuk di sini
buatku tak harus berdusta
Kalau rasaku telah membuncah
bukan karena hentakan hormon,
tapi inilah panggilan naluriahku
Tolong sempatkanku tuk berani
dalam kata, dan hanya ingin
beritahumu:
Pilih aku, simpan dia dalam ruangan
tak berudara, sepi, dan panjang
 

MEMISALKANMU

Memisalkanmu

Oleh : Adi Darmawan


Desir angin membelai leherku,
memberi tahu kalau sore akan
mengantarkanku pada malam
Yang seharusnya menghadangku adalah
kebingungan, karena telah buatmu
seperti nyata di sorenya hari
Tak sekedar memberi momen, tapi
sedikit mengintip wajahmu,
berharap ada sengatan-sengatan
listrik
Dan setelahnya, ku tak mampu
keluar dari khayalanku,
dan berbisik padamu, benih dustaku
"kau barangkali nyata, agar ku tak selalu
berada di balik bayangan".

 

Popular Posts

Blogger templates

Minggu, 30 Agustus 2015

MENULIS CINTA

Menulis Cinta

Oleh : Sitok Srengenge

Kauminta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat
Jangan lagi menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut 

Sabtu, 29 Agustus 2015

SALJU

Salju

Oleh : Wing Kardjo


Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun

Ke manakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup

Ke manakah lari
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti

Ke manakah pergi
Selain mencuci diri 

PENGAKUAN MUSIM GUGUR

Pengakuan Musim Gugur

Oleh : Didik Siswantono

Aku telan sebait doa
dan minum tetesan air mata
tiga malam di kafe Latei,
denting rinduku mencari arti
memantul di semesta matamu
tinggal perih yang menghinaku
menari indah di tangisanku.
Aku cuma ingin mengaku:
"Adakah yang lebih menggetarkan
dari getir cinta patah di musim gugur?"
Setelah itu terserah padamu.

Amsterdam, 2014 

KELUARGA

Keluarga

Oleh : Didik Siswantono

Inikah keluarga;
tempat segala cinta dilabuhkan,
segala kasih diombakkan
riaknya berkecipak tawa
deburnya menghantam dada?

Inikah keluarga;
alasan orang purba
rela memahat batu
di dinding-dinding goa? 

PELAJARAN RINDU

Pelajaran Rindu

Oleh : Didik Siswantono

Kau hapus kisah pada sebuah rindu yang tak pernah selesai,
pada sebuah kota yang begitu jauh, pada Tuhan yang tak
kunjung mengulurkan bantuan. Dadamu yang ranum selalu
diremas kesedihan, apa artinya sebuah pertemuan?

Setiap angin mengelus dadamu, kau selalu saja berkelit,
pada sebuah jarak yang begitu jauh, pada sebuah jejak
yang sulit ditebak. Bukankah rindu yang tersembunyi
adalah ia yang telah kau restui?

Kau diam saja dan berusaha mengelak dari cahaya pukul
sembilan belas kosong tiga. Sewindu kini, kau menjelma
buku tua yang kertasnya mudah sobek. Bukankah cuma
aku yang sudi memberimu pelajaran rindu? 

SAJAK RINDU SEPANJANG MALAM

Sajak Rindu Sepanjang Malam

Oleh : Didik Siswantono

Butiran beningmu mengalir di tanganku
lalu kubuat membasuh mata basahku
yang terlanjur digenangi rindu.

Dirimu selalu serupa embun pagi
yang pamit karena takut mentari
lantas aku lipat rinduku rapi-rapi.

Aku tahu walau cintamu begitu buram
akan kujaga engkau sepanjang malam
sampai hatimu membuka salam.

Surabaya, 2014
 

YANG TERASING

Yang Terasing

Oleh : Kuntowijoyo

Ada dinding-dinding di gedung
membagi ruang jadi dua:
engkau dan semesta
Kamar-kamar raksasa
menyimpan hidup
dalam kotak-kotak
Engkau terkapar di sana
terpaku di kursi
tangan ke lantai
dilingkar tembok baja
yang membungkus napasmu

Sedang di luar 
hari berjalan sebagai biasa
lewat lorong luas
yang indah hiasannya
mengirim berkas matahari ke kamarmu
memancing duka 

ROMANTISME DAUN-DAUN KERING

Romantisme Daun-Daun Kering

Oleh : Oka Rusmini

mencintaimu
seperti mencintai daun-daun kering
mengotori tanah
menurunkan pahatan imajinasi
yang kurangkai di langit

memilikimu
seperti memiliki daun-daun kering
tak berwujud
cuaca telah memeras taksumu
tak tersentuh matahari pagiku

menatapmu
seperti menatap daun-daun kering
segumpal nanah dan kekacauan menetes di matamu 
jatuh ke tanah 
menyuburkan akar pohonku

mendekapmu
seperti mendekap daun-daun kering
rohnya batu
apinya retakan tanah dan sungai

permainan ini
kartu-kartu tanpa napas

1996 

Selasa, 25 Agustus 2015

LELAKI

Lelaki

Oleh : Kuntowijoyo

Ketika kentong dipukul
bintang-bintang berebut
menenun pagi
jadi samudra 

Di laut
naga memukul ombak
perahu tergoyang
bagai mainan
Dua ribu tangan menjinakkan air
menahan gelombang
Halilintar di kepala
bagai isyarat
memaksa laut
menyerahkan diri
untuk dijamah
Pelaut sudah turun
jaring-jaring perkasa
menangkap duyung
yang menggoda cinta
Para lelaki
berdiri di pinggir kapal
mengagumi wajahnya
menarik napas
Lelaki:
yang hanya bercinta di malam hari 

VAGINA

Vagina

Oleh : Kuntowijoyo

Lewat
celah ini
engkau mengintip
kehidupan.
Samar-samar
dari balik sepi
bisik malam
menembangkan bumi.
Engkau tidak paham
mengapa laut tidak bertepi
padahal engkau berlayar setiap hari.
Tutup kelopak matamu
bulan mengambang
di balik semak-semak.
Menantimu.
Misteri itu
gugur
satu-satu
setiba engkau disana
merebahkan diri. 

MEROBEK KENANGAN

Merobek Kenangan

Oleh : Didik Siswantono


Waktu pernah seperti meja di restoran
semua hidangan terasa enak dimakan

aku tak sempat melihat matamu saat itu
lagi asyik memotong salmon asap kesukaanku

lalu waktu seperti pisau di tanganku
berkilat tajam mengiris nadi ingatan

darahnya mengucur merobek kenangan.

Bangkok, 2013
 

MIMPI DI SEBUAH KAMAR

Mimpi di Sebuah Kamar

Oleh : Didik Siswantono

matamu berkejaran di ulu hatiku
sembunyi di jantungku
dan mendengkur di balik sakuku

di bawah lampu redup
ingin kuikat kuat matamu
yang berlarian di balik selimutku

lalu aku bangun di sebuah kamar
dengan lampu sudah gelap
dan sendirian.

Hongkong, 2010 

Senin, 24 Agustus 2015

PILIHAN

Pilihan

Oleh : Adi Darmawan

kau katakan padaku
tentang robeknya masa lalu
tentang luka yang kau simpan
tentang sekutumu pada bahagia
namun kau harus tetap setia
demi sebuah panggilan dan nyaman
aku pun duduk tak bersuara
sebab percuma saja
jikalau kau tak ingin keluar
dan terus setia
hidup itu pilihan. 

BUKU TAMU

Buku Tamu

Oleh : Didik Siswantono

Lain kali kalau kau ingin bertamu
lewatlah pintu di samping mejaku,
akan kusediakan sebuah buku
yang semuanya tertulis namamu.

2014 

SAJAK PERPISAHAN

Sajak Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono

Angin kecil selalu mengajakmu bercakap
tentang kehilangan yang menjadi senyap
dengan kata-kata halus mengasah sepi.

Seberapa heningnya perpisahan yang sunyi
tetap saja menemukan sebutir isak
bersama kesadaran yang enggan pergi

2014 

Minggu, 23 Agustus 2015

KEPALAKU: KANTOR PALING SIBUK DI DUNIA

Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia

Oleh : Aan Mansyur


engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.

kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.

tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
 yang sepele sungguh rumit buat dijelaskan.

ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja. 

KARENA KATA

Karena Kata

Oleh : Sapardi Djoko Damono


Karena tak dapat kutemukan
Kata yang paling sepi
Kutelantarkan hati sendiri

Karena tak dapat kuucapkan 
Kata yang paling rindu
Kubiarkan hasrat terbelenggu

Karena tak dapat kuungkapkan
Kata yang paling cinta
Kupasrahkan saja dalam do'a 

Senin, 10 Agustus 2015

TERUS TERANG

Terus Terang

Oleh : Adi Darmawan

 
Memungkinkan mu tuk di sini
buatku tak harus berdusta
Kalau rasaku telah membuncah
bukan karena hentakan hormon,
tapi inilah panggilan naluriahku
Tolong sempatkanku tuk berani
dalam kata, dan hanya ingin
beritahumu:
Pilih aku, simpan dia dalam ruangan
tak berudara, sepi, dan panjang
 

MEMISALKANMU

Memisalkanmu

Oleh : Adi Darmawan


Desir angin membelai leherku,
memberi tahu kalau sore akan
mengantarkanku pada malam
Yang seharusnya menghadangku adalah
kebingungan, karena telah buatmu
seperti nyata di sorenya hari
Tak sekedar memberi momen, tapi
sedikit mengintip wajahmu,
berharap ada sengatan-sengatan
listrik
Dan setelahnya, ku tak mampu
keluar dari khayalanku,
dan berbisik padamu, benih dustaku
"kau barangkali nyata, agar ku tak selalu
berada di balik bayangan".

 

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.