Jumat, 03 April 2015

MALAM TELUK

Malam Teluk

Oleh : Abdul Hadi W.M


Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan

Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota

Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?

Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gongong anjing
Mencari sisa sepi

Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari

Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri





Kamis, 02 April 2015

JERIT SANDAL JEPIT

Jerit Sandal Jepit


Oleh : Remy Sylado


Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Ia kembali bersujud

Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat

Lalu ia kembali bersujud

Dicelah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Rabu, 01 April 2015

SEPI

Sepi


Oleh : Adi Darmawan


Tak berkoloni, soliter yang menemani
hanyutkan sesak rasa yang tergumpal
di dada
Cukup hanya disini, disini sekali lagi
biarlah terbang tinggi
di langit ke tujuh
Acak melebihi kekusutan
puisi ini tercipta
di kegundahan
Raga ini memenjara, duniawi begitu erat
seimbangku adalah dekatMu
tak ingin terlalu jauh
tak ingin. 

Popular Posts

Blogger templates

Jumat, 03 April 2015

MALAM TELUK

Malam Teluk

Oleh : Abdul Hadi W.M


Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan

Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota

Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?

Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gongong anjing
Mencari sisa sepi

Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari

Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri





Kamis, 02 April 2015

JERIT SANDAL JEPIT

Jerit Sandal Jepit


Oleh : Remy Sylado


Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Ia kembali bersujud

Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat

Lalu ia kembali bersujud

Dicelah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Rabu, 01 April 2015

SEPI

Sepi


Oleh : Adi Darmawan


Tak berkoloni, soliter yang menemani
hanyutkan sesak rasa yang tergumpal
di dada
Cukup hanya disini, disini sekali lagi
biarlah terbang tinggi
di langit ke tujuh
Acak melebihi kekusutan
puisi ini tercipta
di kegundahan
Raga ini memenjara, duniawi begitu erat
seimbangku adalah dekatMu
tak ingin terlalu jauh
tak ingin. 

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.