Senin, 02 Februari 2015

GLOSARIUM

1. Aerodinamika : ilmu yang berhubungan dengan gerakan udara, gas lain atau kakas yang bekerja pada benda padat apabila bergerak melalui gas atau apabila gas yang mengalir mengenai atau mengelilingi benda padat.
2. Aktivitas : keaktifan; kegiatan.
3. Alternatif : pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
4. Ambigu : bermakna lebih dari satu.
5. Artikulasi : lafal, pengucapan kata.
6. Autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan cara belajar sendiri.
7. Deklamasi : penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya.
8. Dirgantara : ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa.
9. Dramatisasi : hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau mengharukan; pembawaan atau pembacaan puisi atau prosa secara drama.
10. Editor : orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, dan sebagainya; penyunting.
11. Karier : perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya.
12. Kinesika : ilmu tentang pemakaian gerak tubuh (tangan, muka dan sebagainya) sebagai bagian dari proses komunikasi.
13. Kolaborasi : (perbuatan) kerja sama.
14. Konkret : nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dan diraba).
15. Konstruksi : susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata.
16. Koordinatif : bersifat koordinasi.
17. Korelasi : hubungan timbal balik atau sebab akibat.
18. Metode : cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai  tujuan yang ditentukan.
19. Motivasi : dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.
20. Patriotik : bersifat cinta pada tanah air.
21. Persepsi : tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya.
22. Pesimis : orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik  (khawatir, kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis harapan).
23. Prestisius : berkenaan dengan prestise (wibawa).
24. Produktif : bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar).
25. Redaktur : orang yang menangani bidang redaksi; pemimpin (kepala atau penerbit) surat kabar dan sebagainya.
26. Desentralisasi : sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepad pemerintahan daerah.
27. Eksekutif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan undang-undang.
28. Gunseikan : kepala pemerintahan militer pada masa pendudukan Jepang yang dirangkap oleh kepala staf.
29. Hegemoni : pemgaruh kepemimpinan, dominasi, atau kekuasaan suatu negara atas negara lain (atau negara bagian)
30. Ideologi : kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat  (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk keberlangsungan hidup.
31. Intervensi : campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara).
32. Kritik : kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat.
33. Legislatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan membuat undang-undang.
34. Membaca intensif : membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks.
35. Periodisasi : pembagian menurut zamannya.
36. Pidato : wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan khalayak.
37. Resesi : kelesuan atau kemunduran dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya.
38. Revitalisasi : proses, cara , perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali.
39. Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan; pemusatan.
40. Yudikatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan peradilan dan hukum.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Senin, 02 Februari 2015

GLOSARIUM

1. Aerodinamika : ilmu yang berhubungan dengan gerakan udara, gas lain atau kakas yang bekerja pada benda padat apabila bergerak melalui gas atau apabila gas yang mengalir mengenai atau mengelilingi benda padat.
2. Aktivitas : keaktifan; kegiatan.
3. Alternatif : pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
4. Ambigu : bermakna lebih dari satu.
5. Artikulasi : lafal, pengucapan kata.
6. Autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan cara belajar sendiri.
7. Deklamasi : penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya.
8. Dirgantara : ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa.
9. Dramatisasi : hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau mengharukan; pembawaan atau pembacaan puisi atau prosa secara drama.
10. Editor : orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, dan sebagainya; penyunting.
11. Karier : perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya.
12. Kinesika : ilmu tentang pemakaian gerak tubuh (tangan, muka dan sebagainya) sebagai bagian dari proses komunikasi.
13. Kolaborasi : (perbuatan) kerja sama.
14. Konkret : nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dan diraba).
15. Konstruksi : susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata.
16. Koordinatif : bersifat koordinasi.
17. Korelasi : hubungan timbal balik atau sebab akibat.
18. Metode : cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai  tujuan yang ditentukan.
19. Motivasi : dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.
20. Patriotik : bersifat cinta pada tanah air.
21. Persepsi : tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya.
22. Pesimis : orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik  (khawatir, kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis harapan).
23. Prestisius : berkenaan dengan prestise (wibawa).
24. Produktif : bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar).
25. Redaktur : orang yang menangani bidang redaksi; pemimpin (kepala atau penerbit) surat kabar dan sebagainya.
26. Desentralisasi : sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepad pemerintahan daerah.
27. Eksekutif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan undang-undang.
28. Gunseikan : kepala pemerintahan militer pada masa pendudukan Jepang yang dirangkap oleh kepala staf.
29. Hegemoni : pemgaruh kepemimpinan, dominasi, atau kekuasaan suatu negara atas negara lain (atau negara bagian)
30. Ideologi : kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat  (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk keberlangsungan hidup.
31. Intervensi : campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara).
32. Kritik : kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat.
33. Legislatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan membuat undang-undang.
34. Membaca intensif : membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks.
35. Periodisasi : pembagian menurut zamannya.
36. Pidato : wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan khalayak.
37. Resesi : kelesuan atau kemunduran dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya.
38. Revitalisasi : proses, cara , perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali.
39. Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan; pemusatan.
40. Yudikatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan peradilan dan hukum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.