Kamis, 29 Januari 2015

PEMBUATAN TELUR ASIN

Telur asin adalah istilah makanan yang berbahan telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur yang biasanya dibuat telur asin adalah telur itik. Telur asin ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan, disamping cara pembuatannya yang tergolong mudah. Telur asin yang dianggap baik memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, rasa asin tidak menyengat dan berminyak.

Pada dasarnya proses pembuatan telur asin ini memiliki beberapa cara. Namun kebanyakan orang lebih memilih dengan cara direndam atau di balut dalam adonan garam dicampur dengan serbuk bata merah, tanah liat, atau abu gosok. Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan seperti bentuk telur harus normal (berbentuk bulat), isi telur tidak berbunyi jika digoncang, telur dalam keadaan bersih, permukaan rata dan tidak retak.

Pembuatan telur asin

1. Perendaman dengan larutan garam jenuh

Adapun prosedur pembuatan telur asin adalah sebagai berikut: (a) Buat larutan garam jenuh, caranya : garam dilarutkan ke dalam air hingga ada garam yang tersisa, yang tidak larut dalam air, (b) Pilih telur yang baik, (c) Telur dicuci bersih, selanjutnya masukkan ke dalam larutan garam, (d) Telur diangkat dari larutan garam setelah 10-12 hari perendaman, semakin lama perendaman maka semakin tinggi kadar garamnya sehingga rasanya semakin asin.


2. Membalut telur dengan adonan garam

Adapun prosedur pembuatan telur asin adalah sebagai berikut: (a) Buat adonan garam dan abu atau bata merah atau tanah liat dengan perbandingan 1;2, (b) Telur dipilih selanjutnya dicuci hingga bersih, (c) Telur dibalut dengan adonan abu atau bata merah atau tanah liat, (d) Susun telur yang telah dibalut di dalam ember, (e) Setelah 10 hari telur dibersihkan dan dicuci.

Memasak telur asin

Telur yang telah diasinkan bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus. Telur yang diasinkan dengan perendaman larutan garam jenuh sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum direbus. Hal ini untuk mengurangi kadar air dalam telur. Perebusan telur sebaiknya selama 15 menit dihitung setelah air rebusan mendidih. Perebusan telur yang terlalu lama akan merusak protein dalam telur. Lapisan hijau kehitaman pada kuning telur bagian luar merupakan tanda adanya kerusakan protein selama perebusan.












0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Kamis, 29 Januari 2015

PEMBUATAN TELUR ASIN

Telur asin adalah istilah makanan yang berbahan telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur yang biasanya dibuat telur asin adalah telur itik. Telur asin ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan, disamping cara pembuatannya yang tergolong mudah. Telur asin yang dianggap baik memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, rasa asin tidak menyengat dan berminyak.

Pada dasarnya proses pembuatan telur asin ini memiliki beberapa cara. Namun kebanyakan orang lebih memilih dengan cara direndam atau di balut dalam adonan garam dicampur dengan serbuk bata merah, tanah liat, atau abu gosok. Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan seperti bentuk telur harus normal (berbentuk bulat), isi telur tidak berbunyi jika digoncang, telur dalam keadaan bersih, permukaan rata dan tidak retak.

Pembuatan telur asin

1. Perendaman dengan larutan garam jenuh

Adapun prosedur pembuatan telur asin adalah sebagai berikut: (a) Buat larutan garam jenuh, caranya : garam dilarutkan ke dalam air hingga ada garam yang tersisa, yang tidak larut dalam air, (b) Pilih telur yang baik, (c) Telur dicuci bersih, selanjutnya masukkan ke dalam larutan garam, (d) Telur diangkat dari larutan garam setelah 10-12 hari perendaman, semakin lama perendaman maka semakin tinggi kadar garamnya sehingga rasanya semakin asin.


2. Membalut telur dengan adonan garam

Adapun prosedur pembuatan telur asin adalah sebagai berikut: (a) Buat adonan garam dan abu atau bata merah atau tanah liat dengan perbandingan 1;2, (b) Telur dipilih selanjutnya dicuci hingga bersih, (c) Telur dibalut dengan adonan abu atau bata merah atau tanah liat, (d) Susun telur yang telah dibalut di dalam ember, (e) Setelah 10 hari telur dibersihkan dan dicuci.

Memasak telur asin

Telur yang telah diasinkan bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus. Telur yang diasinkan dengan perendaman larutan garam jenuh sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum direbus. Hal ini untuk mengurangi kadar air dalam telur. Perebusan telur sebaiknya selama 15 menit dihitung setelah air rebusan mendidih. Perebusan telur yang terlalu lama akan merusak protein dalam telur. Lapisan hijau kehitaman pada kuning telur bagian luar merupakan tanda adanya kerusakan protein selama perebusan.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.