Rabu, 28 Januari 2015

Kegelapan

Aku terus saja melihat cahaya yang mungkin tak pernah kau mengandaikannya di aku
Aku hanya debu yang selalu menghiasi sepatumu semasa sekolah
Aku tak pernah nyata, hanya bayangan yang segera terlupakan

Dalam hidup aku terus saja mencari rasa, rasa yang kau sisipkan di jiwaku
Peluang membuka harapan akan rasa yang sebenarnya adalah angan-angan yang terlalu hangat didadaku
Tapi hidup ini buatku mengoleksi beragam rasa dan ekspresi manusia termasuk kau di dalamnya

Kalau aku nanti ada di waktu depan, aku akan coba buatkan naskah kehidupan dimana hanya kau dan aku yang menjadi pemainnya
Terhempas, begitulah saatku mengeraskan jiwa akan takdir ilahi yang harusnya akan menjadi lazim untukku, pintaku dalam hati
Sungguh aku ingin mengikiskan kelemahan di jiwaku, kelemahan yang muncul dari rasa, rasa yang terus terlukai oleh apa pun yang menyentuhnya

Waktu terus saja merantaiku sangat keras, hingga napasku terasa sesak sampai aku berpikir bahwa oksigen tak lagi kubutuhkan
Momen, aku tidak pernah merinci masa lalu, masa kini, dan masa depan hingga aku menjadi semakin lupa akan apa pun yang buatku tersenyum
Aneh, mengapa makhluk seperti aku ada, selalu menentang arus hingga Tuhan pun jenuh dengan adanya aku dalam nyata ini

Aku tak pernah ingin menjadi copy-an masa lalu, yang bahkan Tuhan pun bisa sesuka hati mengintip semua jalan cerita hidupku, itu sangat tidak adil
Aku merasa begitu damai dalam gelap, yang orang lain sangat ingin menjauh, entah mengapa, aku tak pernah menyediakan waktu untuk berpikir tentang hal itu
Aku sangat bahagia dengan coretan hidup yang membekas di jiwaku sampai sekarang, buatku mampu meninggalkan sejarah untukmu yang akan hidup setelah hilang daari nyata

Terima kasih, untukmu yang mengantarkanku ke alam kedewasaan dan mengajakku tuk merasakan rasa manusia yang sangat manis
Aku tak lagi memikirkan posisi, arah, dan waktu untuk hanya hidup tapi cukup dengan merasa bahwa aku selalu memiliki keterhubungan denganmu tanpa batas ruang dan waktu, sudah melebihi dari cukup
Sampai jumpa segala hal yang selalu menjadi mimpiku, khayalku, dan senyumku.





0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Rabu, 28 Januari 2015

Kegelapan

Aku terus saja melihat cahaya yang mungkin tak pernah kau mengandaikannya di aku
Aku hanya debu yang selalu menghiasi sepatumu semasa sekolah
Aku tak pernah nyata, hanya bayangan yang segera terlupakan

Dalam hidup aku terus saja mencari rasa, rasa yang kau sisipkan di jiwaku
Peluang membuka harapan akan rasa yang sebenarnya adalah angan-angan yang terlalu hangat didadaku
Tapi hidup ini buatku mengoleksi beragam rasa dan ekspresi manusia termasuk kau di dalamnya

Kalau aku nanti ada di waktu depan, aku akan coba buatkan naskah kehidupan dimana hanya kau dan aku yang menjadi pemainnya
Terhempas, begitulah saatku mengeraskan jiwa akan takdir ilahi yang harusnya akan menjadi lazim untukku, pintaku dalam hati
Sungguh aku ingin mengikiskan kelemahan di jiwaku, kelemahan yang muncul dari rasa, rasa yang terus terlukai oleh apa pun yang menyentuhnya

Waktu terus saja merantaiku sangat keras, hingga napasku terasa sesak sampai aku berpikir bahwa oksigen tak lagi kubutuhkan
Momen, aku tidak pernah merinci masa lalu, masa kini, dan masa depan hingga aku menjadi semakin lupa akan apa pun yang buatku tersenyum
Aneh, mengapa makhluk seperti aku ada, selalu menentang arus hingga Tuhan pun jenuh dengan adanya aku dalam nyata ini

Aku tak pernah ingin menjadi copy-an masa lalu, yang bahkan Tuhan pun bisa sesuka hati mengintip semua jalan cerita hidupku, itu sangat tidak adil
Aku merasa begitu damai dalam gelap, yang orang lain sangat ingin menjauh, entah mengapa, aku tak pernah menyediakan waktu untuk berpikir tentang hal itu
Aku sangat bahagia dengan coretan hidup yang membekas di jiwaku sampai sekarang, buatku mampu meninggalkan sejarah untukmu yang akan hidup setelah hilang daari nyata

Terima kasih, untukmu yang mengantarkanku ke alam kedewasaan dan mengajakku tuk merasakan rasa manusia yang sangat manis
Aku tak lagi memikirkan posisi, arah, dan waktu untuk hanya hidup tapi cukup dengan merasa bahwa aku selalu memiliki keterhubungan denganmu tanpa batas ruang dan waktu, sudah melebihi dari cukup
Sampai jumpa segala hal yang selalu menjadi mimpiku, khayalku, dan senyumku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.