Rabu, 21 Januari 2015

JERAWAT

Jerawat dalam bahasa inggris adalah acne. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan produksi kelenjar keringat (sebaseus gland) sehingga menyebabkan produksi minyak berlebihan. Keadaan inilah yang memicu terjadinya penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit (Mumpuni, 2010). Daerah yang mudah terkena jerawat adalah muka, ini bagian yang paling rawan ditumbuhi jerawat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jerawat dapat terjadi juga di bagian tubuh-tubuh lain seperti pada bagian dada, punggung, dan tubuh bagian atas lengan. Terutama pada penderita jerawat akibat faktor genetis. Biasanya jerawat terjadi pada laki-laki usia 12-18 tahun, dan perempuan usia 15-17 tahun. Masa pubertas sangat rentan terhadap jerawat karena peningkatan jumlah hormon kelamin androgen pada laki-laki dan perempuan, sehingga kelenjar minyak menjadi lebih aktif dan terjadi peningkatan produksi jumlah minyak.

Penyebab

Jerawat dapat terjadi karena kulit berminyak. Kulit berminyak banyak dialami oleh orang yang berada di daerah tropis, disebabkan pengaruh sinar matahari yang terlalu panas sehingga kelenjar minyak (sebaseus gland) sangat produktif dan tidak mampu mengontrol jumlah minyak (sebum) yang harus dikeluarkan (Kusantati, 2008: 70). Selain itu, juga disebabkan oleh debu dan kotoran yang berasal dari luar menempel pada kulit berminyak, kemudian masuk ke dalam pori-pori kulit. Kotoran tersebut menumpuk bersama sel-sel kulit mati yang jelas dibiarkan akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan pada akhirnya dapat menyebabkan jerawat. Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Faktor genetik (keturunan), 60% penderita jerawat terdapat riwayat jerawat pada orang tuanya.

Jenis-jenis jerawat

Jerawat ada dua jenis :
o Jerawat non-inflamasi/ tidak bengkak. Ditandai dengan adanya komedo terbuka (komedo hitam) atau tertutup (komedo putih).
o Jerawat inflamasi/ bengkak. Ditandai jerawat yang timbul bengkak dan mencuat.

Biasanya pada setiap orang terdapat kombinasi kedua jenis jerawat di daerah yang terdapat kelenjar minyak paling banyak. Walaupun wajah adalah tempat yang paling sering berjerawat, jerawat bisa juga timbul di bagian dada, punggung, leher, dan lengan bagian atas.

Faktor yang dapat memperparah jerawat yaitu :
o Penggunaan kosmetik, terutama yang berbasis minyak.
o Faktor emosi, seperti stres dan cemas
o Faktor lingkungan, seperti kelembapan dan debu/ kotoran
o Faktor hormonal, seperti saat pubertas dan sebelum menstruasi
o Iritasi fisik dari penggunaan pakaian yang ketat, headband, topi, helm, dan lain-lain
o Penggunaan obat tertentu. Obat yang dapat memperburuk jerawat contohnya yang mengandung zat aktif fenitoin, isoniazid, fenobarbital, litium, kina, rifampin, dan steroid

Pengobatan

o Menggunakan air perasan jeruk nipis bisa membantu mengurangi iritasi dan pembengkakan kulit dan menetralisir rasa sakit akibat jerawat sehingga membantu menyembuhkan dan memperhalus kulit. Selain perasan jeruk nipis, madu juga dapat menyembuhkan jerawat.
o Pemberian antibiotik (tetrasiklin, eritromisin, klindamisin), obat hormonal (etinil ekstradiol, antiandrogen siproteron asetat), penggunaan retinoid untuk menekan hiperkeratinisasi dan atas dasar serta tujuan yang berbeda dapat digunakan berupa antiinflamasi nonsteroid, dapson atau seng sulfat.
o Bedah kulit untuk memperbaiki jaringan parut yang terjadi akbibat jerawat. Tindakan dapat dilaksanakan setelah jerawat sembuh baik dengan cara bedah listrik, bedah kimia, bedah beku, bedah pisau, dermabrasi atau bedah laser.
o Minum air putih yang banyak dan makan buah dan sayuran.


Pencegahan

o Membersihkan wajah sehari dua kali menggunakan air hangat dan sabun untuk mengurangi kelebihan minyak dari kulit.
o Sebaiknya sabun yang digunakan adalah yang tanpa pelembab.
o Jangan menggunakan sabun scrub karena bisa mengiritasi kulit dan memperparah jerawat.
o Gunakan kosmetik yang diberi label noncomedogenic, artinya tidak menyebabkan jerawat menjadi lebih parah.
o Jangan menekan jerawat apa pun, karena kemungkinan besar akan menyebabkan bekas luka jerawat dan menghasilkan jerawat yang lebih lama.
o Selalu bersihkan kulit setelah berkeringat.
o Gunakan tabir surya setiap hari. Obat jerawat tertentu dpat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya.

Luka bekas jerawat

Sering kali, jerawat meninggalkan luka bekas jerawat seumur hidup. Perawatan jerawat yang tepat sangat membantu mengurangi terbentuknya bekas luka. Beberapa tindakan dermatologis untuk mengurangi bekas jerawat di antaranya:
1. Dermabrasi. Dermabrasi meliputi pelepasan lapisan atas kulit dengan mesin elektrik yang meng"abrasi" kulit. Saat kulit sembuh dari prosedur tersebut, permukaan yang baru tampak lebih halus dan segar.
2. Pengelupasan kimia. Lapisan atas kulit dihilangkan dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit. Dengan menghilangkan lapisan atas, saat kulit meregenerasi, seringkali memperbaiki penampilan kulit.
3. Injeksi kolagen.
4. Laser resurfasing. 
5. Phototheraphy / blue light theraphy. 
6. Pulsed light and heat energy (LHE) theraphy. 
7. Punch grafts. 
8. Autologous fat transfer. 

Mitos tentang jerawat

1. Mitos: bahwa jerawat disebabkan oleh kurangnya kebersihan.
Fakta: jerawat tidak disebabkan oleh kotoran pada kulit atau pori-pori. Terlalu banyak menggosok kulit justru bisa memperburuk jerawat.
2. Mitos: jerawat disebabkan oleh makanan cepat saji, cokelat, atau makanan berlemak tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, Dewi. 2013. Pengobatan Mandiri. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Popluler Kelompok Gramedia.
Herni, Kusantati. Dkk. 2008. Tata Kecantikan Kulit Untuk SMK Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Yekti, Mumpuni. Ari, Wulandari. 2010. Cara Jitu Mengatasi Jerawat. Jogjakarta: Andi.












0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Rabu, 21 Januari 2015

JERAWAT

Jerawat dalam bahasa inggris adalah acne. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan produksi kelenjar keringat (sebaseus gland) sehingga menyebabkan produksi minyak berlebihan. Keadaan inilah yang memicu terjadinya penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit (Mumpuni, 2010). Daerah yang mudah terkena jerawat adalah muka, ini bagian yang paling rawan ditumbuhi jerawat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jerawat dapat terjadi juga di bagian tubuh-tubuh lain seperti pada bagian dada, punggung, dan tubuh bagian atas lengan. Terutama pada penderita jerawat akibat faktor genetis. Biasanya jerawat terjadi pada laki-laki usia 12-18 tahun, dan perempuan usia 15-17 tahun. Masa pubertas sangat rentan terhadap jerawat karena peningkatan jumlah hormon kelamin androgen pada laki-laki dan perempuan, sehingga kelenjar minyak menjadi lebih aktif dan terjadi peningkatan produksi jumlah minyak.

Penyebab

Jerawat dapat terjadi karena kulit berminyak. Kulit berminyak banyak dialami oleh orang yang berada di daerah tropis, disebabkan pengaruh sinar matahari yang terlalu panas sehingga kelenjar minyak (sebaseus gland) sangat produktif dan tidak mampu mengontrol jumlah minyak (sebum) yang harus dikeluarkan (Kusantati, 2008: 70). Selain itu, juga disebabkan oleh debu dan kotoran yang berasal dari luar menempel pada kulit berminyak, kemudian masuk ke dalam pori-pori kulit. Kotoran tersebut menumpuk bersama sel-sel kulit mati yang jelas dibiarkan akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan pada akhirnya dapat menyebabkan jerawat. Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Faktor genetik (keturunan), 60% penderita jerawat terdapat riwayat jerawat pada orang tuanya.

Jenis-jenis jerawat

Jerawat ada dua jenis :
o Jerawat non-inflamasi/ tidak bengkak. Ditandai dengan adanya komedo terbuka (komedo hitam) atau tertutup (komedo putih).
o Jerawat inflamasi/ bengkak. Ditandai jerawat yang timbul bengkak dan mencuat.

Biasanya pada setiap orang terdapat kombinasi kedua jenis jerawat di daerah yang terdapat kelenjar minyak paling banyak. Walaupun wajah adalah tempat yang paling sering berjerawat, jerawat bisa juga timbul di bagian dada, punggung, leher, dan lengan bagian atas.

Faktor yang dapat memperparah jerawat yaitu :
o Penggunaan kosmetik, terutama yang berbasis minyak.
o Faktor emosi, seperti stres dan cemas
o Faktor lingkungan, seperti kelembapan dan debu/ kotoran
o Faktor hormonal, seperti saat pubertas dan sebelum menstruasi
o Iritasi fisik dari penggunaan pakaian yang ketat, headband, topi, helm, dan lain-lain
o Penggunaan obat tertentu. Obat yang dapat memperburuk jerawat contohnya yang mengandung zat aktif fenitoin, isoniazid, fenobarbital, litium, kina, rifampin, dan steroid

Pengobatan

o Menggunakan air perasan jeruk nipis bisa membantu mengurangi iritasi dan pembengkakan kulit dan menetralisir rasa sakit akibat jerawat sehingga membantu menyembuhkan dan memperhalus kulit. Selain perasan jeruk nipis, madu juga dapat menyembuhkan jerawat.
o Pemberian antibiotik (tetrasiklin, eritromisin, klindamisin), obat hormonal (etinil ekstradiol, antiandrogen siproteron asetat), penggunaan retinoid untuk menekan hiperkeratinisasi dan atas dasar serta tujuan yang berbeda dapat digunakan berupa antiinflamasi nonsteroid, dapson atau seng sulfat.
o Bedah kulit untuk memperbaiki jaringan parut yang terjadi akbibat jerawat. Tindakan dapat dilaksanakan setelah jerawat sembuh baik dengan cara bedah listrik, bedah kimia, bedah beku, bedah pisau, dermabrasi atau bedah laser.
o Minum air putih yang banyak dan makan buah dan sayuran.


Pencegahan

o Membersihkan wajah sehari dua kali menggunakan air hangat dan sabun untuk mengurangi kelebihan minyak dari kulit.
o Sebaiknya sabun yang digunakan adalah yang tanpa pelembab.
o Jangan menggunakan sabun scrub karena bisa mengiritasi kulit dan memperparah jerawat.
o Gunakan kosmetik yang diberi label noncomedogenic, artinya tidak menyebabkan jerawat menjadi lebih parah.
o Jangan menekan jerawat apa pun, karena kemungkinan besar akan menyebabkan bekas luka jerawat dan menghasilkan jerawat yang lebih lama.
o Selalu bersihkan kulit setelah berkeringat.
o Gunakan tabir surya setiap hari. Obat jerawat tertentu dpat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya.

Luka bekas jerawat

Sering kali, jerawat meninggalkan luka bekas jerawat seumur hidup. Perawatan jerawat yang tepat sangat membantu mengurangi terbentuknya bekas luka. Beberapa tindakan dermatologis untuk mengurangi bekas jerawat di antaranya:
1. Dermabrasi. Dermabrasi meliputi pelepasan lapisan atas kulit dengan mesin elektrik yang meng"abrasi" kulit. Saat kulit sembuh dari prosedur tersebut, permukaan yang baru tampak lebih halus dan segar.
2. Pengelupasan kimia. Lapisan atas kulit dihilangkan dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit. Dengan menghilangkan lapisan atas, saat kulit meregenerasi, seringkali memperbaiki penampilan kulit.
3. Injeksi kolagen.
4. Laser resurfasing. 
5. Phototheraphy / blue light theraphy. 
6. Pulsed light and heat energy (LHE) theraphy. 
7. Punch grafts. 
8. Autologous fat transfer. 

Mitos tentang jerawat

1. Mitos: bahwa jerawat disebabkan oleh kurangnya kebersihan.
Fakta: jerawat tidak disebabkan oleh kotoran pada kulit atau pori-pori. Terlalu banyak menggosok kulit justru bisa memperburuk jerawat.
2. Mitos: jerawat disebabkan oleh makanan cepat saji, cokelat, atau makanan berlemak tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, Dewi. 2013. Pengobatan Mandiri. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Popluler Kelompok Gramedia.
Herni, Kusantati. Dkk. 2008. Tata Kecantikan Kulit Untuk SMK Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Yekti, Mumpuni. Ari, Wulandari. 2010. Cara Jitu Mengatasi Jerawat. Jogjakarta: Andi.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.