Rabu, 28 Januari 2015

Diam

Terkadang hanya perlu diam
Tenggelam melebihi sepinya malam
Duduk sejenak, memikirkanmu dan bait-bait syair tentang kematian

Entahlah saat kumenengguk secawan anggur kau ada
Menoleh lewat ekspresi yang tak asing kulihat
Mungkin itu fatamorgana sejati, dalih kau dalam khayal

Maju syarat darimu dalam hidup nanti saat kau masih terlalu jinak 
Ya, berpikirlah tentang aku, aku yang buas demi menelan gelap yang kau keluarkan tanpa batas 
Elemen rasaku terlalu sempurna untuk diketahui
Jadi bersembunyilah agar aku mencari, mencari jiwa yang hilang, hilang oleh asap gelap yang kau kumpulkan menjadi awan kelabu

Aku khawatir ketika aku sudah mencengkrammu, kemelut terkumpulkan saat ku tak siap dengan tabungan karma ini
Kau tiupkan kata sangat sederhana disini, ditelingaku 
Hinggaku harus mencari kamus, kamus yang sebenarnya tak ada hanya hatiku yang kau jadikan kamus

Sadarkah, kau itu egois melebihi batu karang sehingga rasaku melunak jauh dari apa pun
Kata-kata atau syair atau apa pun tak pernah habis keluarkan bahasa jiwa, jiwa yang tak mungkin ada jika semuanya melenyap dalam perginya kau
Itulah waktu yang kuhabiskan sampai kematian membuat gerbang bertemu tanpa penjara-penjara api dan dunia yang terlalu sadis di antara kita. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Rabu, 28 Januari 2015

Diam

Terkadang hanya perlu diam
Tenggelam melebihi sepinya malam
Duduk sejenak, memikirkanmu dan bait-bait syair tentang kematian

Entahlah saat kumenengguk secawan anggur kau ada
Menoleh lewat ekspresi yang tak asing kulihat
Mungkin itu fatamorgana sejati, dalih kau dalam khayal

Maju syarat darimu dalam hidup nanti saat kau masih terlalu jinak 
Ya, berpikirlah tentang aku, aku yang buas demi menelan gelap yang kau keluarkan tanpa batas 
Elemen rasaku terlalu sempurna untuk diketahui
Jadi bersembunyilah agar aku mencari, mencari jiwa yang hilang, hilang oleh asap gelap yang kau kumpulkan menjadi awan kelabu

Aku khawatir ketika aku sudah mencengkrammu, kemelut terkumpulkan saat ku tak siap dengan tabungan karma ini
Kau tiupkan kata sangat sederhana disini, ditelingaku 
Hinggaku harus mencari kamus, kamus yang sebenarnya tak ada hanya hatiku yang kau jadikan kamus

Sadarkah, kau itu egois melebihi batu karang sehingga rasaku melunak jauh dari apa pun
Kata-kata atau syair atau apa pun tak pernah habis keluarkan bahasa jiwa, jiwa yang tak mungkin ada jika semuanya melenyap dalam perginya kau
Itulah waktu yang kuhabiskan sampai kematian membuat gerbang bertemu tanpa penjara-penjara api dan dunia yang terlalu sadis di antara kita. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.