Rabu, 28 Januari 2015

Cara pembuatan kolang-kaling

Pada prinsipnya, kolang-kaling dihasilkan dari buah pohon aren. Dalam pembuatan kolang-kaling perlu melewati beberapa tahapan hingga bisa dipasarkan dan diolah menjadi berbagai macam sajian.
Tahap-tahap pembuatan kolang-kaling:

1. Pemilihan bahan

Pengolahan kolang-kaling diawali dengan pemilihan bahan yaitu buah aren yang setengah masak yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Buah aren dilepas satu per satu dari untaiannya.

2. Pembakaran atau perebusan buah aren

Kolang-kaling yaitu dengan membakar aren atau merebus aren. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lendir buah yang menyebabkan rasa gatal apabila menyentuh kulit. Proses pembakaran (dengan menumpukkan buah aren di atas bara api hingga daging buah menjadi agak hangus namun bijinya tidak hangus), dan perebusan (dilakukan sampai airnya mendidih kemudian dinginkan).

3. Pengambilan biji aren

Dilakukan mengiris atau membelah buah aren yang sudah direbus atau dibakar.

4. Pelepasan kulit biji aren

Kulit biji yang berwarna kuning dilepaskan dengan menggunakan pisau secara hati-hati. Biji yang terlepas dalam keadaan utuh dicuci dengan air bersih.

5. Perendaman biji aren

Biji aren direndam dalam air kapur selama 2 sampai 3 hari. Air kapur berfungsi untuk mengendapkan kotoran dan dapat mengenyalkan biji buah aren. Setelah itu biji (kolang-kaling) dicuci bersih. Jika akan dipasarkan, sebaiknya biji direndam dalam air, dan airnya harus sering diganti agar tidak cepat berlendir.

Sumber : www.kulinologi.biz

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Rabu, 28 Januari 2015

Cara pembuatan kolang-kaling

Pada prinsipnya, kolang-kaling dihasilkan dari buah pohon aren. Dalam pembuatan kolang-kaling perlu melewati beberapa tahapan hingga bisa dipasarkan dan diolah menjadi berbagai macam sajian.
Tahap-tahap pembuatan kolang-kaling:

1. Pemilihan bahan

Pengolahan kolang-kaling diawali dengan pemilihan bahan yaitu buah aren yang setengah masak yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Buah aren dilepas satu per satu dari untaiannya.

2. Pembakaran atau perebusan buah aren

Kolang-kaling yaitu dengan membakar aren atau merebus aren. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lendir buah yang menyebabkan rasa gatal apabila menyentuh kulit. Proses pembakaran (dengan menumpukkan buah aren di atas bara api hingga daging buah menjadi agak hangus namun bijinya tidak hangus), dan perebusan (dilakukan sampai airnya mendidih kemudian dinginkan).

3. Pengambilan biji aren

Dilakukan mengiris atau membelah buah aren yang sudah direbus atau dibakar.

4. Pelepasan kulit biji aren

Kulit biji yang berwarna kuning dilepaskan dengan menggunakan pisau secara hati-hati. Biji yang terlepas dalam keadaan utuh dicuci dengan air bersih.

5. Perendaman biji aren

Biji aren direndam dalam air kapur selama 2 sampai 3 hari. Air kapur berfungsi untuk mengendapkan kotoran dan dapat mengenyalkan biji buah aren. Setelah itu biji (kolang-kaling) dicuci bersih. Jika akan dipasarkan, sebaiknya biji direndam dalam air, dan airnya harus sering diganti agar tidak cepat berlendir.

Sumber : www.kulinologi.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.