Minggu, 13 September 2015

PADA SUATU PERPISAHAN

Pada Suatu Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono


Liuk tubuhmu menggigil di ujung pagi musim dingin.
Kau tapaki javastraat yang menyimpan kenangan.
Tak henti bibirmu mengalunkan tembang rindu,
merobek degup perjalanan. Sampai sekarang aku
bertanya untuk apa menembus deretan benua?
Menjejaki tanah salju beraroma tulip ini? Kalau
asmara bisa dijumput di padang halimun, mengapa
harus ke sini? Mukamu merah jingga dengan mulut
nganga. Suara alunmu bersemayam letupan kata-kata,
lalu basah liurmu menarikan luka dalam semesta.
Kuseruput sendiri kopi panas di teras Oude Kerk,
setelah kau menggeliat murka. Sedangkan aku pergi
diam-diam kehabisan kata-kata. 

SAJAK MALAM HARI

Sajak Malam Hari

Oleh : Didik Siswantono


Aku suka menulis sajak pada malam hari
di bawah belai angin dan segelas kopi
ditemani nyamuk-nyamuk satu kompi.

Tuhan menjagaku di satu sisi
nyamuk menemaniku di lain sisi.

Gigitan dan cubitan nyamuk
adalah obat ngantuk paling manjur
mengejutkanku dari pelukan lelap.

agar aku tetap bercakap dengan Tuhan
muasal sebuah sajak dituliskan
melalui urat nadi ayat-ayatNya. 

PELAJARAN MELIPAT WAKTU

Pelajaran Melipat Waktu

Oleh : Didik Siswantono


Kita manusia berbaju rapi, ditakdirkan berkejaran dalam
angka. Terus berlarian melipat waktu, memacu pagi yang
hujan, menunggangi petang menjadi malam tanpa bintang. 

Perihal melipat waktu, kecepatan kita melesat bersama
angin musim tanpa bintang. Sudah berapa tempat yang
kita singgahi, dalam penantian yang tak kenal hari?

Kalian boleh pulang ke rumah, setelah lelah berlari tanpa
berhenti. Aku akan terus berlari, belajar mencintai pagi
yang selalu hujan, pemberian Tuhan.

2014 

Minggu, 30 Agustus 2015

MENULIS CINTA

Menulis Cinta

Oleh : Sitok Srengenge

Kauminta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat
Jangan lagi menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut 

Sabtu, 29 Agustus 2015

SALJU

Salju

Oleh : Wing Kardjo


Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun

Ke manakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup

Ke manakah lari
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti

Ke manakah pergi
Selain mencuci diri 

PENGAKUAN MUSIM GUGUR

Pengakuan Musim Gugur

Oleh : Didik Siswantono

Aku telan sebait doa
dan minum tetesan air mata
tiga malam di kafe Latei,
denting rinduku mencari arti
memantul di semesta matamu
tinggal perih yang menghinaku
menari indah di tangisanku.
Aku cuma ingin mengaku:
"Adakah yang lebih menggetarkan
dari getir cinta patah di musim gugur?"
Setelah itu terserah padamu.

Amsterdam, 2014 

PELAJARAN RINDU

Pelajaran Rindu

Oleh : Didik Siswantono

Kau hapus kisah pada sebuah rindu yang tak pernah selesai,
pada sebuah kota yang begitu jauh, pada Tuhan yang tak
kunjung mengulurkan bantuan. Dadamu yang ranum selalu
diremas kesedihan, apa artinya sebuah pertemuan?

Setiap angin mengelus dadamu, kau selalu saja berkelit,
pada sebuah jarak yang begitu jauh, pada sebuah jejak
yang sulit ditebak. Bukankah rindu yang tersembunyi
adalah ia yang telah kau restui?

Kau diam saja dan berusaha mengelak dari cahaya pukul
sembilan belas kosong tiga. Sewindu kini, kau menjelma
buku tua yang kertasnya mudah sobek. Bukankah cuma
aku yang sudi memberimu pelajaran rindu? 

SAJAK RINDU SEPANJANG MALAM

Sajak Rindu Sepanjang Malam

Oleh : Didik Siswantono

Butiran beningmu mengalir di tanganku
lalu kubuat membasuh mata basahku
yang terlanjur digenangi rindu.

Dirimu selalu serupa embun pagi
yang pamit karena takut mentari
lantas aku lipat rinduku rapi-rapi.

Aku tahu walau cintamu begitu buram
akan kujaga engkau sepanjang malam
sampai hatimu membuka salam.

Surabaya, 2014
 

YANG TERASING

Yang Terasing

Oleh : Kuntowijoyo

Ada dinding-dinding di gedung
membagi ruang jadi dua:
engkau dan semesta
Kamar-kamar raksasa
menyimpan hidup
dalam kotak-kotak
Engkau terkapar di sana
terpaku di kursi
tangan ke lantai
dilingkar tembok baja
yang membungkus napasmu

Sedang di luar 
hari berjalan sebagai biasa
lewat lorong luas
yang indah hiasannya
mengirim berkas matahari ke kamarmu
memancing duka 

ROMANTISME DAUN-DAUN KERING

Romantisme Daun-Daun Kering

Oleh : Oka Rusmini

mencintaimu
seperti mencintai daun-daun kering
mengotori tanah
menurunkan pahatan imajinasi
yang kurangkai di langit

memilikimu
seperti memiliki daun-daun kering
tak berwujud
cuaca telah memeras taksumu
tak tersentuh matahari pagiku

menatapmu
seperti menatap daun-daun kering
segumpal nanah dan kekacauan menetes di matamu 
jatuh ke tanah 
menyuburkan akar pohonku

mendekapmu
seperti mendekap daun-daun kering
rohnya batu
apinya retakan tanah dan sungai

permainan ini
kartu-kartu tanpa napas

1996 

Selasa, 25 Agustus 2015

LELAKI

Lelaki

Oleh : Kuntowijoyo

Ketika kentong dipukul
bintang-bintang berebut
menenun pagi
jadi samudra 

Di laut
naga memukul ombak
perahu tergoyang
bagai mainan
Dua ribu tangan menjinakkan air
menahan gelombang
Halilintar di kepala
bagai isyarat
memaksa laut
menyerahkan diri
untuk dijamah
Pelaut sudah turun
jaring-jaring perkasa
menangkap duyung
yang menggoda cinta
Para lelaki
berdiri di pinggir kapal
mengagumi wajahnya
menarik napas
Lelaki:
yang hanya bercinta di malam hari 

VAGINA

Vagina

Oleh : Kuntowijoyo

Lewat
celah ini
engkau mengintip
kehidupan.
Samar-samar
dari balik sepi
bisik malam
menembangkan bumi.
Engkau tidak paham
mengapa laut tidak bertepi
padahal engkau berlayar setiap hari.
Tutup kelopak matamu
bulan mengambang
di balik semak-semak.
Menantimu.
Misteri itu
gugur
satu-satu
setiba engkau disana
merebahkan diri. 

MEROBEK KENANGAN

Merobek Kenangan

Oleh : Didik Siswantono


Waktu pernah seperti meja di restoran
semua hidangan terasa enak dimakan

aku tak sempat melihat matamu saat itu
lagi asyik memotong salmon asap kesukaanku

lalu waktu seperti pisau di tanganku
berkilat tajam mengiris nadi ingatan

darahnya mengucur merobek kenangan.

Bangkok, 2013
 

Senin, 24 Agustus 2015

PILIHAN

Pilihan

Oleh : Adi Darmawan

kau katakan padaku
tentang robeknya masa lalu
tentang luka yang kau simpan
tentang sekutumu pada bahagia
namun kau harus tetap setia
demi sebuah panggilan dan nyaman
aku pun duduk tak bersuara
sebab percuma saja
jikalau kau tak ingin keluar
dan terus setia
hidup itu pilihan. 

Minggu, 23 Agustus 2015

KEPALAKU: KANTOR PALING SIBUK DI DUNIA

Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia

Oleh : Aan Mansyur


engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.

kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.

tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
 yang sepele sungguh rumit buat dijelaskan.

ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja. 

KARENA KATA

Karena Kata

Oleh : Sapardi Djoko Damono


Karena tak dapat kutemukan
Kata yang paling sepi
Kutelantarkan hati sendiri

Karena tak dapat kuucapkan 
Kata yang paling rindu
Kubiarkan hasrat terbelenggu

Karena tak dapat kuungkapkan
Kata yang paling cinta
Kupasrahkan saja dalam do'a 

Senin, 10 Agustus 2015

TERUS TERANG

Terus Terang

Oleh : Adi Darmawan

 
Memungkinkan mu tuk di sini
buatku tak harus berdusta
Kalau rasaku telah membuncah
bukan karena hentakan hormon,
tapi inilah panggilan naluriahku
Tolong sempatkanku tuk berani
dalam kata, dan hanya ingin
beritahumu:
Pilih aku, simpan dia dalam ruangan
tak berudara, sepi, dan panjang
 

MEMISALKANMU

Memisalkanmu

Oleh : Adi Darmawan


Desir angin membelai leherku,
memberi tahu kalau sore akan
mengantarkanku pada malam
Yang seharusnya menghadangku adalah
kebingungan, karena telah buatmu
seperti nyata di sorenya hari
Tak sekedar memberi momen, tapi
sedikit mengintip wajahmu,
berharap ada sengatan-sengatan
listrik
Dan setelahnya, ku tak mampu
keluar dari khayalanku,
dan berbisik padamu, benih dustaku
"kau barangkali nyata, agar ku tak selalu
berada di balik bayangan".

 

Rabu, 24 Juni 2015

DEKLARASI JOMBLO

Deklarasi Jomblo

Oleh :

Khrisna Pabichara, Mei 2002


Di rahim malam kutemukan matamu memejam,
seluruh yang hidup di tubuhku lesap
ke kedalaman kelam matamu.

Mari bergelap-gelap di mata malam, menanam
benih-benih kehampaan, sesuatu yang dulu kamu
sebut rindu. Padahal, ini rindu lahir jauh sebelum
sunyi dan kopi diciptakan Tuhan. Sungguh.

Sebab tulus, seperti mencari jodoh,
hanya mudah diucapkan.

PERNAH DILEWATI

Pernah dilewati

Oleh :

Adi Darmawan


Kau pernah mendengar sajakku,
tepat dua tahun lalu
Kata ini menemukanmu tepat di bagian
pertama 1,5 cm menjorok ke dalam
Kau menempuh begitu mudah,
terlewati oleh gaya asyik bacamu
Kalimat ini selalu ada di sini,
untuk kau lewati,
lewatinya dengan majas-majasmu
yang melebih-lebihkan kataku
Sajakku masihkah tercetak diingatan, atau lebih kuat
dari debu asap motor di jalan pagimu
Tak peduli waktu menyembunyikanmu,
rasaku berkata untuk diam dan
menunggumu melewati kataku lagi

Minggu, 31 Mei 2015

IBUKU

Ibuku

Oleh : Adi Darmawan


Tempatku pulang,
Tempatku berlindung,
Tempatku mencurahkan hati,
Tempatku damai dari keruhnya hidup,
Tempatku tertawa, bahagia, bersama asa.

Tak ada yang sama, dirimu hanya ada satu
Sumber ketulusan, lambaian kebaikan
Namun kutak mampu membelikanmu dunia
Hanya rasa dan pengabdianku,
untukmu ibuku.
 

DIA

Dia
 
Oleh : Adi Darmawan

Saat rasa menggelayut, benarkah itu dia?
Saat ilusi keindahan memutar, benarkah itu dia?
Luka tersembunyi, kisah memulai, benarkah itu dia?
Morphin tak sebanding, kuasanya lebih dari fantasi, benarkah itu dia?
Apalagi, kata-kata harus ada, melambangkan dia?
Aku benci dia,
dia yang menguasai kaula muda
Aku benci dia,
dia yang memanggil jiwa api
Aku benci dia,
dia yang dekat dengan kemegahan
Aku benci dia,
dia seperti bentuk kemutlakan
Aku benci dia,
 dia seperti papan ouija
memanggilku dengan rasa
Aku benci dia,
dia yang selalu ber-antonim bagiku
Aku benci dia,
dia yang selalu membayangi kegelapanku
Aku tak tahu dia,
dia tak hadir, dan aku hanya memiliki persepsi
yang tak asli.
Kepada waktu, pinjamkan dia di waktu
tertepat dan selipkan
di antara lembaran rasaku.

 

SALAH

Salah

Oleh : Adi Darmawan


Aku benci kebenaran
ia selalu saja menjadi tuan
Aku benci kebenaran
ia selalu saja menjadi pemenang
Aku benci kebenaran
ia selalu saja menguasai pilihan
Aku suka dengan Kejahatan
ia tampak jujur
Aku suka kejahatan
ia tampak peduli
Aku suka kejahatan
ia memiliki sisi untuk melukai
Aku suka kejahatan
ia tak pernah memiliki topeng.
Salamku dari penjara jiwa,
hanyutkan nilai antaraku dan mu....

Rabu, 27 Mei 2015

PENJARA

Penjara

Oleh :

Adi Darmawan


Aku tak mampu sentuh-Mu
Tanganku terlalu keras, lusuh
penuh bau mayat
Aku tak mengingat-Mu
Terlepas semua yang ada di waktu
Kini aku terkurung, di  karmamu
Merasa nikmat, hati menggigil
Hanya celotehku, yang menjadi setia di jiwa.



 

Sabtu, 16 Mei 2015

ZOMBIE

Zombie

Oleh : Adi Darmawan



Kau berlaga sangat romantis
Bergerak ke depan dengan kaki terseret
Matamu penuh pesona,
gelap dan buas
Jiwamu bukan mayat tapi 
adalah makhluk api
Gaya makanmu, tanpa jeda
terlihat anggun di mataku
Kedinginanmu sentuh jiwaku, tuk
memberimu kecupan rasa cinta
Rasa gila yang hanya aku memilikinya
Inginku mengukir seluruh tubuhmu
namaku dengan benang layangan
Yang baru putus tepat
setelah kumengetik ini.

Sabtu, 09 Mei 2015

SIKAT GIGI

Memilih Sikat Gigi yang Tepat


Petunjuk dibawah ini perlu diperhatikan bila Anda membeli sikat gigi.
1) Pilihlah sikat gigi yang kepalanya cukup kecil sehingga dapat digunakan dengan baik dalam rongga mulut. Bagi orang dewasa panjang kepala sikat gigi 2,5 cm, sedangkan pada anak 1,5 cm.
2) Panjang bulu sikat gigi hendaknya sama. Sikat gigi dengan bulu yang panjangnya berbeda tidak dapat membersihkan permukaan datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat.
3) Tekstur bulu sikat hendaknya memungkinkan digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan. Jangan memilih bulu keras sebab dapat merusak jaringan. Yang terlalu lunak pun dikhawatirkan tidak dapat membersihkan plak dengan sempurna. Yang paling tepat sikat gigi dengan kekakuan bulu sikat medium.
4) Gagang sikat harus cukup lebar dan tebal agar dapat dipegang kuat dan dikontrol dengan baik.
5) Cara menggosok gigi pun perlu diperhatikan. Sikat gigi hendaknya dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat gigi mengarah ke akar gigi. Letakkan sikat gigi pada jaringnan gusi dengan membentuk sudut 45 derajat.Tekan dan tarik perlahan-lahan sikat ke arah bawah bagi gigi atas dan ke arah atas bagi gigi bawah. Usahakan gigi atas tidak dalam posisi berkontak dengan gigi-gigi bawah. Gerakan dilakukan kurang lebih 10 kali pada setiap bagian, kemudian sikat digeser ke bagian berikutnya. Setelah bagian muka dan dalam gigi dibersihkan, terakhir permukaan kunyah gigi dibersihkan dengan gerakan rotasi atau gerakan ke depan belakang.
6) Selain sikat gigi biasa, ada pula sikat interprosimal. Bentuknya menyerupai sikat botol yang dikenal dengan nama proxa brush. Gunanya untuk membersihkan sela-sela gigi, khususnya pada gigi renggang, di bawah gigi tiruan cekat, juga untuk membersihkan gigi selama dipasang alat cekat ortodonsi.

KESAKITAN


Kesakitan

Oleh : Adi Darmawan


Kata masih saja kumengandalkannya
  sedikit bersama koma, goresan ini terlihat
panjang
Kata kusembunyikan rasaku ke dalammu
tepat di majas-majas sederhana dariku
Kata hempaskan aku dan dudukan di huruf 'M'
Istirahat, posisiku membaik diatasmu


Kalimat masih saja kurangkai berulang
Kali ini dengan berbeda ku sandingkan dia
di antara kataku dan sekumpulan huruf  'M'
Kalimat perlukah aku berada tepat
setelah koma di depanmu?
Kalimat kau tak tahu caranya berhenti, bukan?
kataku terbawa saja, mengacak-acak denganmu
arah tak tahu, diam ingin


Paragraf kau adalah neraka mataku
tertawa tak bersuara
Paragraf kau ahlinya sembunyi
dibalik tumpukkan kata
Paragraf kau diam, dan menyembunyikanku
di balik simbol-simbol, rakitan ekspresi datar
dari kata
Begitupun dengan kata ini, aku bingung tuk memberinya titik,
tolong beri titik darimu sebagai
pelengkap kata dariku.


 

Jumat, 03 April 2015

MALAM TELUK

Malam Teluk

Oleh : Abdul Hadi W.M


Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan

Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota

Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?

Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gongong anjing
Mencari sisa sepi

Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari

Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri





Kamis, 02 April 2015

JERIT SANDAL JEPIT

Jerit Sandal Jepit


Oleh : Remy Sylado


Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Ia kembali bersujud

Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat

Lalu ia kembali bersujud

Dicelah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Rabu, 01 April 2015

SEPI

Sepi


Oleh : Adi Darmawan


Tak berkoloni, soliter yang menemani
hanyutkan sesak rasa yang tergumpal
di dada
Cukup hanya disini, disini sekali lagi
biarlah terbang tinggi
di langit ke tujuh
Acak melebihi kekusutan
puisi ini tercipta
di kegundahan
Raga ini memenjara, duniawi begitu erat
seimbangku adalah dekatMu
tak ingin terlalu jauh
tak ingin. 

Selasa, 31 Maret 2015

TERUS SAJA

Terus Saja

 
Oleh : Adi Darmawan



Virus gelap penetrasikan polutan di tiga waktu
mencari inang di sekitar hati, sejenak diam
tunggu, menunggu lemah tak kuat.....
Mengulang, hampir berada di lewat batas
leburkan tiap gumpalan rasa dengan percikan sedikit darinya
menjadilah sebagaimana aku, aku di sisi sebelah.....
Tenggelam, hanya ingin ke dasar tak melihat permukaan
bersama dingin dan sendiri, kutersenyum sedikit
bergumam kecil, gerutu tentang arah yang membatu.....
Mengapa dasarku adalah pondasi cahaya? Rinduku
Tuhan, aku terlalu kuat hingga mudah rapuh
 rapuhku adalah apa yang termiliki oleh manusia, rasa yang mendingin di sekitar hati.

Senin, 16 Maret 2015

LELUCON

Lelucon

Oleh : Adi Darmawan


Menyadari dengan memisalkan apa yang tergerak terlewat
selalu saja menambah masa lalu.
Menyadari dengan kebenaran memisalkan apa yang terbuat tersesalkan
selalu saja menambah kegundahan.
Jikalau diriku, tak pernah tenggelam dalam gelap
ya dan ya, kuharap kata itu yang terdengar di telinga.
Jikalau diriku, tak pernah membuat sesuatu tergerak
ya dan ya, kuharap hatiku begitu luas mengalahkan samudera.
Di kenyataan, diriku terus menambah atau mengurangi,
membagi dan mengali, terus berputar.
Hingga kalkulasiku melebihi kebenaran kalkulator scientific,
ya dan ya, permainan begitu jemu dan terlihat sedih bagiku.

Minggu, 15 Maret 2015

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku Jauh Di Pulau

Oleh : Chairil Anwar 1946


Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri.

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
dngin membantu, laut terang tapi terasa
dku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja."

Amboi! jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
Kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri

TINDAKAN DAN KATA-KATA

Tindakan dan Kata-kata

 Oleh : Jalaludin Rumi


Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu-kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu. 

KISAHKU

Kisahku

Oleh : Kahlil Gibran


Dengarkan kisahku....
Dengarkan,
tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:
karena belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam
penderitaanku....
Jika kita mencintai, 
cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.
Jika kita bergembira,
kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam hati nurani alam.
Jangan kau anggap cinta itu datang karena pergaulan yang lama atau rayuan
yang terus-menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah
kebenaran,
yang terbuka namun rahasia;
ia hanya dapat dipahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap.

Sabtu, 07 Februari 2015

GLOSARIUM 2

1. Adat istiadat : sistem kebiasaan masyarakat.
2. Adaptif : menyesuaikan dengan perubahan sosial dan kebudayaan baru.
3. Apatis : acuh tak acuh.
4. Adaptasi : proses penyesuaian terhadap sesuatu.
5. Berpikir rasional : berpikir sesuai nalar.
6. Discovery : penemuan sesuatu yang telah ada, tetapi sebelumnya belum ditemukan.
7. Follower : pengikut atau pengekor.
8. Gemeinschaft : masyarakat paguyuban.
9. Gesselschaft : masyarakat patembayan.
10. Globalisasi : "tindakan" yang mendunia, dunia yang begitu luas kini seperti kertas yang dilipat atau dibuat seolah-olah menjadi kecil.
11. Inovasi : pengembangan dari sesuatu.
12. Inisiatif : mempunyai ide atau prakarsa membuat sesuatu.
13. Kritis : sikap tidak menerima begitu saja sesuatu hal.
14. Kritik : Argumen atau bantahan terhadap sesuatu.
15. Konsumerisme : budaya mengonsumsi sesuatu berlebihan.
16. Kebiasaan : bentuk-bentuk perbuatan yang menjadi pola perilaku.
17. Interaksi : hubungan dua orang atau lebih atau antara dua kelompok orang atau lebih atas dasar adanya aksi dan reaksi.
18. Komunikasi : proses pertukaran pikiran, perasaan, pendapat, berita, dan keterangan dengan bahasa atau dengan perlambangan audio dan visualnya.
19. Lapisan sosial : batas-batas sosial yang ada di masyarakat.
20. Masyarakat heterogen : masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya yang berbeda-beda.
21. Lembaga sosial : norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada kebutuhan pokok manusia.
22. Kebudayaan : keseluruhan pengetahuan manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
23. Kontak : hubungan yang menuju pada kerjasama atau pertentangan.

PULANG MALAM

Pulang Malam

Oleh : Joko Pinurbo, 1996



Kami tiba larut malam.
Ranjang telah terbakar 
dan api yang menjalar ke seluruh kamar
belum habis berkobar.

Di atas puing-puing mimpi
dan reruntuhan waktu
tubuh kami hangus dan membangkai
dan api siap melumatnya
menjadi asap dan abu.

Kami sepasang mayat
ingin kekal berpelukan dan tidur damai
dalam dekapan ranjang.

RANJANG KEMATIAN

Ranjang Kematian

Oleh : Joko Pinurbo, 1991



Ranjang kami telah dipenuhi semak-semak berduri.
Mereka menyebutnya firdaus yang dicipta kembali
oleh keturunan orang-orang mati.
Tapi kami sendiri lebih suka menyebutnya dunia  fantasi.

Jasad yang kami baringkan beribu tahun telah membatu.
Bantal, guling telah menjadi gundukan fosil yang dingin beku.
Dan selimut telah melumut. Telah melumut pula
mimpi-mimpi yang dulu kami bayangkan bakal abadi.

Para arwah telah menciptakan sendang dan pancuran
tempat peri-peri membersihkan diri dari prasangka manusia.
Semalaman mereka telanjang, meniup seruling,
hingga terbitlah purnama. Dan manusia terpana, tergoda.

MEMO CELANA

Memo Celana

untuk iqbal

Oleh : Joko Pinurbo



Belum lama pindah rumah, kau sudah terserang gundah.
Tidur selalu gelisah, mimpi tak pernah indah.
Seperti ada yang hilang, yang menggapai-gapai ingatan.

Itu dia. Tiba-tiba kau teringat sepasang celana usang,
celana kesayangan, yang tertinggal di tali jemuran.

Malam-malam kau datang ke bekas rumahmu dan berkata
kepada penghuni baru: "Maaf kami mau menjemput
sepasang celana yang tertinggal di halaman belakang.
Kami lupa mengajak mereka sebab waktu itu
kami tergesa." Kaujelaskan ciri-cirinya: warna pudar,
pantat koyak, dengkul sobek, enak dipakainya.

Dengan pandang mencurigakan orang baru itu berkata,
"Saya pernah melihat mereka berpelukan
dan berdansa riang di tali jemuran, tapi setelah itu
mereka entah kemana. Saya pikir, diam-diam Anda
telah mengambilnya."

Sudahlah. Mungkin celanamu sudah terbang jauh bersama
angin dan hujan. Terbang ke langit-langit kenangan.



RUMAH ORANG TUA

Rumah Orang Tua

Oleh : Raudal Tanjung Banua


Adakah masa kanakku
masih di tangan mereka

Di ruang tengah rumah mereka
duka gembira tak dibuat-buat
tak perlu menjadi terang.

Coba lempar pandang ke luar!
Kebun samping mereka
telah kutanami tanaman semestinya.

Tetapi kepada rumput, kata hati
yang keprucut, mereka bisa maklum.
Setengahnya bahkan kagum.

Kawan, jika engkau bertamu
ke rumah pinggir jalan besar itu
hingga kemalaman
ada tersedia dekat ruang tamu, sebuah kamar
bagi yang ingin lepas yang sulit dilepas!

Maka engkau akan lebih merindukan mereka
daripada merindukanku,
Dan mereka akan sering tanyakan kabarmu kepadaku.

Cemburu aku!

MENYESAL

Menyesal

Oleh : Ali Hasjmi


Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju arah padang bakti


Jumat, 06 Februari 2015

LAGU CINTA

Lagu Cinta

Oleh : Putu Wijaya


Kulihat malam begitu dalam
Dan angin berdesah bimbang
Aku pun tertegun sebelum melangkah
Masihkah kau simpan perasaan sayang
yang dahsyat dalam diriku

Kudengar senandung lamat-lamat
Begitu akrab dan kukenal
Seakan melempar ke masa silam
Ketika kita bertemu di ujung jalan
Saling membaca perasaan masing-masing
Dan setuju untuk sama-sama berjuang

Haruskah cinta berakhir sedih
Karena kita tak memilih

Tidak, kulihat nyala api masih membakar
Ketika kita terlena dan tubuh mengucap
Betapa dalam perasaan bertaut
Bahkan semakin bersatu ketika jalan tertutup

Dan aku pun bertambah yakin 
Tak ada yang mampu membunuh yang bertekad

Kulompati pagar dan menyelinap masuk
Berdiri di depan pintu memanggil namamu
Mengucap salam dan sebuah janji
Berikan aku kesempatan menyayangi

Kita telah bergetar di sini
Tidak pernah berubah hanya lebih dewasa
Tinggal kamu siap membuka pintu
Tiba saatnya untuk berhenti ragu.

KUTUKAN ITU

Kutukan Itu

Oleh : Gus TF, 1998


Kukatakan takdirku: Mencari.

Akhirnya datang kutukan itu. Kebebasan.
Adakah yang dapat engkau temukan? Tak ada.
Karena memang tak ada makna pada diriku.

Juru bisikku, kaukatakan dunia ini makna.
Kebebasan. Akhirnya datang kutukan itu.
Mencari. Tidakkah engkau budak Tuan Eksistensi?
Sepanjang hari, berabad-abad memikul kata: Makna,

esensi, makna, esensi. Sampai capek. sampai letih
dalam sajakku. Tapi tak ada. Karena makna, memang

hanya pada dirimu. Juru takdirku. Juru takdirku.

Larutkan aku dalam terali penjara maknamu.

KEBEBASAN

Kebebasan

Oleh : Rivai Avin


Di atas hancuran tembok yang kuruntuhkan
Berdiri aku atas kuda putihku, gaya dan jaya
Di hadapanku menghampar padang dan bukit
Dengan lengkungan langit yang membuatku lapar ruangan.

Lalu dadaku memberikan ruang
Bagi jantung yang memukul berdentangan
Memancarkan darah yang dia degap degupkan.

Darah kudaku pun ikut menjalang dan dia
berlonjak-lonjakan oleh kekesalan
Lalu kulepas dan kami menderu pacu ke pantai-pantai.


CATATAN HARIAN SEORANG DEMONSTRAN

Catatan Harian Seorang Demonstran

Oleh : Slamet Sukirnanto, 1966


Jaket kuning berlumur darah
Dengan sedih kututup kawan-kawan rebah
Di bumi, diterik kota Jakarta
O, kita tahu apa arti ini semua.

Tertegun di tengah galau beribu bahasa
Apakah benar peluru itu untuk nya?
Yang sebuah itu mungkin untukku?
Telah direbut demonstran di sampingku.

Udara panas kota jakarta
Kulihat ciliwung tetap cokelat airnya
Alirnya lambat mengandung duka
Apakah ini: bayang-bayang nasib kita?

Jaket kuning berlumur darah
Nyanyian gugur bunga, dalam syahdu khidmat kita
Dalam catatan harian ini semua kulihat
Dalam catatan harian ini tertulis sendat.

PUSAT

Pusat

Oleh : Toto Sudarto Bachtiar


Serasa apa hidup yang terbaring mati
Memandang musim yang mengandung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia terhenti
Padaku, tanpa bicara.

Diri mengeras dalam kehidupan
Kehidupan mengeras dalam diri
Dataran pandang meluaskan pandang senja
Hidupku dalam tiupan usia.

Tinggal seluruh hidup tersekat
Dalam tangan dan jari-jari ini
Kata-kata yang bersayap bisa menari
Kata-kata yang pejuang tak mau mati.


Kamis, 05 Februari 2015

A SPECIAL WORLD

A Special World

Oleh : Sheelagh Lennon


A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in it's cocoon
And holds us fiercely and it's womb.
It's fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are mean to last.
And though at times a thread may break
A new one forms in it's wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong

JENUH

Jenuh

Oleh : Adi Darmawan


Aku mampu memilih perasaan,
tapi perlu belajar dengan jatuh dan bangkit
Pilihan ada, tapi yang dipancarkan adalah dominasi
Tak berhingga kuburan masa lalu,
memutar kisahnya di kepala ini

Merefresh telah membekas, 
hingga kau dan siapa pun mampu melihat
Aku seorang manusia di batas ambang normal,
dengan harapan gila
Menari tak berbaju, tak bervokal

Maaf mencari kesalahan yang bangkit
dari sadar
Harapan mencari gantungan yang cocok di kepala
Waktu menempatkan kita di penjara teristimewa

Biarkan !
Menjemulah !
lalu,
Pergi.
Ucapkan,
Aku tinggalkanmu
di tiga waktu ....

TEMAN

Teman

Oleh : Adi Darmawan


Aku tak lahir dari cahaya, juga tak lahir dari senyuman
Memiliki waktu bersama, palung jiwaku luluh
Entahlah cara buat senyummu terukir di sini,
di sanubariku

Walau kita tak berbahan dasar sama,
Tapi kupunya ikatan yang begitu ampuh
untuk kau rasakan
Dan itulah harapku pada kalian,
kunang-kunang kecilku

Jika nanti ku tak ada, tak menemani keluh-kesahmu
biarlah, lupakan
Jika aku hilang perlahan, mohon tinggalkan senyuman
dari jauh untukku
Jika di waktu lalu, luka banyak bermunculan dariku
mohon maaf dari rasa kasihku padamu teman

Sadar bahwa kau dan aku tak berikat, tapi
kalian adalah warna-warni di kegelapanku.

Sampai bertemu di alam bahagia,


Cara Mencegah Pikun

Perlambat Pikun dengan Latihan Otak



Proses menua dan usia lanjut memang proses alami. Fenomena menua ini juga terjadi pada otak. Hal yang paling dirasakan adalah kemunduran daya ingat (memori) secara normal maupun tidak normal yang kemudian menyebabkan demensia. Kepikunan sebenarnya bisa diperlambat melalui latihan khusus sebelum usia terlanjur tua.

Kemampuan daya ingat yang menurun secara normal pada lansia disebabkan oleh proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang tepat, dan kesulitan untuk memusatkan perhatian (berkonsentrasi). Ia juga memerlukan lebih banyak isyarat untuk mengingat kembali apa yang pernah diketahui.

Dr. Astuti, Sp.S. dari SMF (Staf Medik Fungsional) Saraf dari RS Dr. Sardjito Yogyakarta memberikan beberapa kiat mengatasi kemunduran daya ingat atau memperlambat kepikunan sebagai berikut.

1. Selalu belajar mengaktifkan otak. Bangkitkan minat untuk memakai pikiran, misalnya membaca buku-buku yang bermanfaat, berhitung, merancang, atau memasak.
2. Ulangi informasi baru untuk disimpan dalam ingatan.
3. Berlatih memusatkan perhatian (konsentrasi) misalnya, zikir, yoga, salat.
4. Berekreasi.
5. Mengikuti kegiatan sosial.
6. Konseling kepada spesialis saraf untuk melakukan deteksi dini demensia.
7. Menyusun catatan biografi sebagai aktivitas lansia yang terbaik dan sangat berharga.
8. Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat, misalnya makan-makanan sehat, istirahat cukup, serta menghindari rokok atau alkohol.
9. Melakukan senam otak berupa gerak latih otak (GLO) dan olahraga lain sesuai dengan kemampuan.

Sumber : Republika, 3 september 2006

TAK RINDUKAH KAU

Tak Rindukah Kau


Masih di pagi ini
Makhluk-makhluk raksasa di negeri ini berkelahi
Mulut-mulut mereka semburkan bara api

Di manakah air wudhu mengalir,
Di mana kendil-kendil suci terpatri
Di mana bunga-bunga wangi tersaji

Ketika malam menjelang
Masih saja berjuta orang berperang
Mata, pikir, dan jiwa tertutup tak bermakna

Wahai yang duduk di singgasana
Tak ngerikah kau
Melihat beronggok-onggok manusia berperut tambun
Mati kaku didatangi izrail karena tersedak harta haramnya
Tak ngerikah
Jika anak-anak yang lahir pada zaman sesudahmu
Berperilaku lebih terkutuk darimu
Tak rindukah kau
Pada negerimu yang bagai surga dunia ini
Dipenuhi orang-orang yang khusuk membangun surga di alam baka
Tak rindukah kau?


(Winarto dalam Horison, edisi 40 tahun 2006)

Rabu, 04 Februari 2015

DALAM MIMPI DI SUATU MALAM

Dalam Mimpi Di Suatu Malam

Oleh : Faisal Baras, 1946


Made kecil telah bergelung
Dalam sarung
Menghadap dinding
Bayang-bayang karena setir
Sedang di luar
Suara insect
Pohon-pohon kejang, hitam
Selapis gonggong anjing
Melengkung dan sedih
Tanpa kekasih
Selebihnya mimpi-mimpi
Tentang baju dan mobil-mobilan
Rumah yang indah
Dari tanah ....

BEDUGUL

Bedugul

Oleh : Ngurah Parsua, 1946


Cemara yang menyongsong bayangan
Kemuning sunyi, redup diderai angin
Temaram meru terkatup kabut, terkatub dingin
Hujan lagi gerimis menggigil di sini

Semua bebas dalam dekapan hari
Kan bersua dalam rumah batu sejati
Kristal sepi angin meluluhkan bayangan
Kemuning sunyi danau lenggang tenang

Semua asik bersiul sendiri-sendiri
Lurus gemerisik daun dari kelopak hati
Di sinikah sepi abadi, yang misteri

Di seberang danau sana. Sepi ia menunggu
Sedihku sendu menunggu pertemuan rasa
Cinta abadi dalam rahasia

RASA BARU

Rasa Baru

Oleh : Intoyo, 1912


Zaman beredar !
Alam bertukar !
Suasana terisi nyanyian hidup.
Kita manusia

Terkarunia
Badan, jiwa, bekal serba cukup
Marilah bersama
Berdaya upaya

Mencemerlangkan apa yang redup
Memperbaharu
Segala laku,

Mengembangkan semua kuncup
Biar terbuka segenap rasa,
Rasa baharu, dasar harmoni hidup.


KUBAKAR CINTAKU

Kubakar Cintaku

Oleh : Emha Ainun Nadjib


Kubakar cintaku
Dalam hening nafasMu
Perlahan lagu menyayat
Nasibku yang penat
Kubakar cintaku
Dalam sampai sunyiMu
Agar lindap, agar tatap
Dari hunjung merapat
Rindku terbang
Menembus penyap baying
Rindku burung malam
Menangkup cahaya: rahasia bintang-bintang
Kucabik mega, kucabik suara-suara
Betapa berat kau di sukma
Agar hati, agar sauh di pantai
Sampai juga di getar ini

MASA MUDA

Masa Muda


Ia kini telah datang
Mendekat padamu ananda
Sambutlah dengan riang
Masa muda masa berguna

             Ia yang kini telah datang
             Mendekat membawa harapan
             Isilah dengan semangat juang
             Menuntut ilmu, mempertebal iman

Masa mudamu nanda
Hanya datang sekali
Ia akan pergi secara diam
Tinggalkan dirimu berarti atau tidak berarti

Dikutif dari : Bahasa Indonesia, 4a Depdikbud

HIDUP BARU

Hidup Baru

Oleh : Ipih, H.R.

Hidup baru berkobar dalamku,
Segala indah dalam pandangan,
Hidup zamanku jadi ilhamku,
Zaman yang penuh perjuangan.

Jiwaku yang dulu kecewa,
Merana dalam malam kesepihan,
Sekarang kembali kuat gembira,
Dicium sinar api perjuangan.

Selagi jantungku berdegup gembira,
Memompakan darah merah pahlawan,
Selama itu dengan ikhlas,
Kuserahkan jiwaku pada perjuangan.


Senin, 02 Februari 2015

GLOSARIUM

1. Aerodinamika : ilmu yang berhubungan dengan gerakan udara, gas lain atau kakas yang bekerja pada benda padat apabila bergerak melalui gas atau apabila gas yang mengalir mengenai atau mengelilingi benda padat.
2. Aktivitas : keaktifan; kegiatan.
3. Alternatif : pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
4. Ambigu : bermakna lebih dari satu.
5. Artikulasi : lafal, pengucapan kata.
6. Autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan cara belajar sendiri.
7. Deklamasi : penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya.
8. Dirgantara : ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa.
9. Dramatisasi : hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau mengharukan; pembawaan atau pembacaan puisi atau prosa secara drama.
10. Editor : orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, dan sebagainya; penyunting.
11. Karier : perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya.
12. Kinesika : ilmu tentang pemakaian gerak tubuh (tangan, muka dan sebagainya) sebagai bagian dari proses komunikasi.
13. Kolaborasi : (perbuatan) kerja sama.
14. Konkret : nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dan diraba).
15. Konstruksi : susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata.
16. Koordinatif : bersifat koordinasi.
17. Korelasi : hubungan timbal balik atau sebab akibat.
18. Metode : cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai  tujuan yang ditentukan.
19. Motivasi : dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.
20. Patriotik : bersifat cinta pada tanah air.
21. Persepsi : tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya.
22. Pesimis : orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik  (khawatir, kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis harapan).
23. Prestisius : berkenaan dengan prestise (wibawa).
24. Produktif : bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar).
25. Redaktur : orang yang menangani bidang redaksi; pemimpin (kepala atau penerbit) surat kabar dan sebagainya.
26. Desentralisasi : sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepad pemerintahan daerah.
27. Eksekutif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan undang-undang.
28. Gunseikan : kepala pemerintahan militer pada masa pendudukan Jepang yang dirangkap oleh kepala staf.
29. Hegemoni : pemgaruh kepemimpinan, dominasi, atau kekuasaan suatu negara atas negara lain (atau negara bagian)
30. Ideologi : kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat  (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk keberlangsungan hidup.
31. Intervensi : campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara).
32. Kritik : kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat.
33. Legislatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan membuat undang-undang.
34. Membaca intensif : membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks.
35. Periodisasi : pembagian menurut zamannya.
36. Pidato : wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan khalayak.
37. Resesi : kelesuan atau kemunduran dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya.
38. Revitalisasi : proses, cara , perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali.
39. Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan; pemusatan.
40. Yudikatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan peradilan dan hukum.

TANAH KELAHIRAN

Tanah Kelahiran

Oleh : Ramdhan K.H.


Seruling di pasir ipis, merdu
antara gundukan pohonan pina
tembang menggema di dua kaki
Burangrang-Tangkubanprahu.

Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di air tipis menurun.

Membelit tangga di tanah merah
Dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyian kentang sudah digali
Kenakan kebaya merah ke pewayangan.

Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di hati gadis menurun.


Sumber : Puisi, Teori Apresiasi Bentuk dan Struktur, Drs. B.P Situmorang



TERATAI

Teratai

Oleh : Sanusi Pane

Kepada Ki Hajar Dewantara


Dalam kebun di tanah airku 
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, O, teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarpun sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tidak dilihat,
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga zaman.

Sumber : Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa,2013

Popular Posts

Blogger templates

Minggu, 13 September 2015

PADA SUATU PERPISAHAN

Pada Suatu Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono


Liuk tubuhmu menggigil di ujung pagi musim dingin.
Kau tapaki javastraat yang menyimpan kenangan.
Tak henti bibirmu mengalunkan tembang rindu,
merobek degup perjalanan. Sampai sekarang aku
bertanya untuk apa menembus deretan benua?
Menjejaki tanah salju beraroma tulip ini? Kalau
asmara bisa dijumput di padang halimun, mengapa
harus ke sini? Mukamu merah jingga dengan mulut
nganga. Suara alunmu bersemayam letupan kata-kata,
lalu basah liurmu menarikan luka dalam semesta.
Kuseruput sendiri kopi panas di teras Oude Kerk,
setelah kau menggeliat murka. Sedangkan aku pergi
diam-diam kehabisan kata-kata. 

UJUNG MALAM

Ujung Malam

Oleh : Didik Siswantono


Dua ranjang adalah aku dan kamu;
lalu tibalah kita di ujung malam
menarik selimut tebal
menjadi satu desah
tak teraba.

2014 

CINTA DALAM DIAM

Cinta dalam Diam

Oleh : Didik Siswantono


Aku mencintaimu dalam diam
namun begitu dalam
kuserahkan hatiku yang belum pualam
jadikanlah sulaman selimut malam. 

SAJAK MALAM HARI

Sajak Malam Hari

Oleh : Didik Siswantono


Aku suka menulis sajak pada malam hari
di bawah belai angin dan segelas kopi
ditemani nyamuk-nyamuk satu kompi.

Tuhan menjagaku di satu sisi
nyamuk menemaniku di lain sisi.

Gigitan dan cubitan nyamuk
adalah obat ngantuk paling manjur
mengejutkanku dari pelukan lelap.

agar aku tetap bercakap dengan Tuhan
muasal sebuah sajak dituliskan
melalui urat nadi ayat-ayatNya. 

PELAJARAN MELIPAT WAKTU

Pelajaran Melipat Waktu

Oleh : Didik Siswantono


Kita manusia berbaju rapi, ditakdirkan berkejaran dalam
angka. Terus berlarian melipat waktu, memacu pagi yang
hujan, menunggangi petang menjadi malam tanpa bintang. 

Perihal melipat waktu, kecepatan kita melesat bersama
angin musim tanpa bintang. Sudah berapa tempat yang
kita singgahi, dalam penantian yang tak kenal hari?

Kalian boleh pulang ke rumah, setelah lelah berlari tanpa
berhenti. Aku akan terus berlari, belajar mencintai pagi
yang selalu hujan, pemberian Tuhan.

2014 

Minggu, 30 Agustus 2015

MENULIS CINTA

Menulis Cinta

Oleh : Sitok Srengenge

Kauminta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat
Jangan lagi menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut 

Sabtu, 29 Agustus 2015

SALJU

Salju

Oleh : Wing Kardjo


Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun

Ke manakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup

Ke manakah lari
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti

Ke manakah pergi
Selain mencuci diri 

PENGAKUAN MUSIM GUGUR

Pengakuan Musim Gugur

Oleh : Didik Siswantono

Aku telan sebait doa
dan minum tetesan air mata
tiga malam di kafe Latei,
denting rinduku mencari arti
memantul di semesta matamu
tinggal perih yang menghinaku
menari indah di tangisanku.
Aku cuma ingin mengaku:
"Adakah yang lebih menggetarkan
dari getir cinta patah di musim gugur?"
Setelah itu terserah padamu.

Amsterdam, 2014 

KELUARGA

Keluarga

Oleh : Didik Siswantono

Inikah keluarga;
tempat segala cinta dilabuhkan,
segala kasih diombakkan
riaknya berkecipak tawa
deburnya menghantam dada?

Inikah keluarga;
alasan orang purba
rela memahat batu
di dinding-dinding goa? 

PELAJARAN RINDU

Pelajaran Rindu

Oleh : Didik Siswantono

Kau hapus kisah pada sebuah rindu yang tak pernah selesai,
pada sebuah kota yang begitu jauh, pada Tuhan yang tak
kunjung mengulurkan bantuan. Dadamu yang ranum selalu
diremas kesedihan, apa artinya sebuah pertemuan?

Setiap angin mengelus dadamu, kau selalu saja berkelit,
pada sebuah jarak yang begitu jauh, pada sebuah jejak
yang sulit ditebak. Bukankah rindu yang tersembunyi
adalah ia yang telah kau restui?

Kau diam saja dan berusaha mengelak dari cahaya pukul
sembilan belas kosong tiga. Sewindu kini, kau menjelma
buku tua yang kertasnya mudah sobek. Bukankah cuma
aku yang sudi memberimu pelajaran rindu? 

SAJAK RINDU SEPANJANG MALAM

Sajak Rindu Sepanjang Malam

Oleh : Didik Siswantono

Butiran beningmu mengalir di tanganku
lalu kubuat membasuh mata basahku
yang terlanjur digenangi rindu.

Dirimu selalu serupa embun pagi
yang pamit karena takut mentari
lantas aku lipat rinduku rapi-rapi.

Aku tahu walau cintamu begitu buram
akan kujaga engkau sepanjang malam
sampai hatimu membuka salam.

Surabaya, 2014
 

YANG TERASING

Yang Terasing

Oleh : Kuntowijoyo

Ada dinding-dinding di gedung
membagi ruang jadi dua:
engkau dan semesta
Kamar-kamar raksasa
menyimpan hidup
dalam kotak-kotak
Engkau terkapar di sana
terpaku di kursi
tangan ke lantai
dilingkar tembok baja
yang membungkus napasmu

Sedang di luar 
hari berjalan sebagai biasa
lewat lorong luas
yang indah hiasannya
mengirim berkas matahari ke kamarmu
memancing duka 

ROMANTISME DAUN-DAUN KERING

Romantisme Daun-Daun Kering

Oleh : Oka Rusmini

mencintaimu
seperti mencintai daun-daun kering
mengotori tanah
menurunkan pahatan imajinasi
yang kurangkai di langit

memilikimu
seperti memiliki daun-daun kering
tak berwujud
cuaca telah memeras taksumu
tak tersentuh matahari pagiku

menatapmu
seperti menatap daun-daun kering
segumpal nanah dan kekacauan menetes di matamu 
jatuh ke tanah 
menyuburkan akar pohonku

mendekapmu
seperti mendekap daun-daun kering
rohnya batu
apinya retakan tanah dan sungai

permainan ini
kartu-kartu tanpa napas

1996 

Selasa, 25 Agustus 2015

LELAKI

Lelaki

Oleh : Kuntowijoyo

Ketika kentong dipukul
bintang-bintang berebut
menenun pagi
jadi samudra 

Di laut
naga memukul ombak
perahu tergoyang
bagai mainan
Dua ribu tangan menjinakkan air
menahan gelombang
Halilintar di kepala
bagai isyarat
memaksa laut
menyerahkan diri
untuk dijamah
Pelaut sudah turun
jaring-jaring perkasa
menangkap duyung
yang menggoda cinta
Para lelaki
berdiri di pinggir kapal
mengagumi wajahnya
menarik napas
Lelaki:
yang hanya bercinta di malam hari 

VAGINA

Vagina

Oleh : Kuntowijoyo

Lewat
celah ini
engkau mengintip
kehidupan.
Samar-samar
dari balik sepi
bisik malam
menembangkan bumi.
Engkau tidak paham
mengapa laut tidak bertepi
padahal engkau berlayar setiap hari.
Tutup kelopak matamu
bulan mengambang
di balik semak-semak.
Menantimu.
Misteri itu
gugur
satu-satu
setiba engkau disana
merebahkan diri. 

MEROBEK KENANGAN

Merobek Kenangan

Oleh : Didik Siswantono


Waktu pernah seperti meja di restoran
semua hidangan terasa enak dimakan

aku tak sempat melihat matamu saat itu
lagi asyik memotong salmon asap kesukaanku

lalu waktu seperti pisau di tanganku
berkilat tajam mengiris nadi ingatan

darahnya mengucur merobek kenangan.

Bangkok, 2013
 

MIMPI DI SEBUAH KAMAR

Mimpi di Sebuah Kamar

Oleh : Didik Siswantono

matamu berkejaran di ulu hatiku
sembunyi di jantungku
dan mendengkur di balik sakuku

di bawah lampu redup
ingin kuikat kuat matamu
yang berlarian di balik selimutku

lalu aku bangun di sebuah kamar
dengan lampu sudah gelap
dan sendirian.

Hongkong, 2010 

Senin, 24 Agustus 2015

PILIHAN

Pilihan

Oleh : Adi Darmawan

kau katakan padaku
tentang robeknya masa lalu
tentang luka yang kau simpan
tentang sekutumu pada bahagia
namun kau harus tetap setia
demi sebuah panggilan dan nyaman
aku pun duduk tak bersuara
sebab percuma saja
jikalau kau tak ingin keluar
dan terus setia
hidup itu pilihan. 

BUKU TAMU

Buku Tamu

Oleh : Didik Siswantono

Lain kali kalau kau ingin bertamu
lewatlah pintu di samping mejaku,
akan kusediakan sebuah buku
yang semuanya tertulis namamu.

2014 

SAJAK PERPISAHAN

Sajak Perpisahan

Oleh : Didik Siswantono

Angin kecil selalu mengajakmu bercakap
tentang kehilangan yang menjadi senyap
dengan kata-kata halus mengasah sepi.

Seberapa heningnya perpisahan yang sunyi
tetap saja menemukan sebutir isak
bersama kesadaran yang enggan pergi

2014 

Minggu, 23 Agustus 2015

KEPALAKU: KANTOR PALING SIBUK DI DUNIA

Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia

Oleh : Aan Mansyur


engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.

kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.

tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
 yang sepele sungguh rumit buat dijelaskan.

ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja. 

KARENA KATA

Karena Kata

Oleh : Sapardi Djoko Damono


Karena tak dapat kutemukan
Kata yang paling sepi
Kutelantarkan hati sendiri

Karena tak dapat kuucapkan 
Kata yang paling rindu
Kubiarkan hasrat terbelenggu

Karena tak dapat kuungkapkan
Kata yang paling cinta
Kupasrahkan saja dalam do'a 

Senin, 10 Agustus 2015

TERUS TERANG

Terus Terang

Oleh : Adi Darmawan

 
Memungkinkan mu tuk di sini
buatku tak harus berdusta
Kalau rasaku telah membuncah
bukan karena hentakan hormon,
tapi inilah panggilan naluriahku
Tolong sempatkanku tuk berani
dalam kata, dan hanya ingin
beritahumu:
Pilih aku, simpan dia dalam ruangan
tak berudara, sepi, dan panjang
 

MEMISALKANMU

Memisalkanmu

Oleh : Adi Darmawan


Desir angin membelai leherku,
memberi tahu kalau sore akan
mengantarkanku pada malam
Yang seharusnya menghadangku adalah
kebingungan, karena telah buatmu
seperti nyata di sorenya hari
Tak sekedar memberi momen, tapi
sedikit mengintip wajahmu,
berharap ada sengatan-sengatan
listrik
Dan setelahnya, ku tak mampu
keluar dari khayalanku,
dan berbisik padamu, benih dustaku
"kau barangkali nyata, agar ku tak selalu
berada di balik bayangan".

 

Rabu, 24 Juni 2015

DEKLARASI JOMBLO

Deklarasi Jomblo

Oleh :

Khrisna Pabichara, Mei 2002


Di rahim malam kutemukan matamu memejam,
seluruh yang hidup di tubuhku lesap
ke kedalaman kelam matamu.

Mari bergelap-gelap di mata malam, menanam
benih-benih kehampaan, sesuatu yang dulu kamu
sebut rindu. Padahal, ini rindu lahir jauh sebelum
sunyi dan kopi diciptakan Tuhan. Sungguh.

Sebab tulus, seperti mencari jodoh,
hanya mudah diucapkan.

MANTAN

Mantan

Oleh :

Nadhira Brundage


andai namanya
masih mampu bikin genang

andai janjinya
masih setia kau pegang

andai wajahnya
masih kau pilih tuk kenang-kenang

aku jalan dulu sayang
cari aku saat bayang itu hilang 

PERNAH DILEWATI

Pernah dilewati

Oleh :

Adi Darmawan


Kau pernah mendengar sajakku,
tepat dua tahun lalu
Kata ini menemukanmu tepat di bagian
pertama 1,5 cm menjorok ke dalam
Kau menempuh begitu mudah,
terlewati oleh gaya asyik bacamu
Kalimat ini selalu ada di sini,
untuk kau lewati,
lewatinya dengan majas-majasmu
yang melebih-lebihkan kataku
Sajakku masihkah tercetak diingatan, atau lebih kuat
dari debu asap motor di jalan pagimu
Tak peduli waktu menyembunyikanmu,
rasaku berkata untuk diam dan
menunggumu melewati kataku lagi

Minggu, 31 Mei 2015

IBUKU

Ibuku

Oleh : Adi Darmawan


Tempatku pulang,
Tempatku berlindung,
Tempatku mencurahkan hati,
Tempatku damai dari keruhnya hidup,
Tempatku tertawa, bahagia, bersama asa.

Tak ada yang sama, dirimu hanya ada satu
Sumber ketulusan, lambaian kebaikan
Namun kutak mampu membelikanmu dunia
Hanya rasa dan pengabdianku,
untukmu ibuku.
 

DIA

Dia
 
Oleh : Adi Darmawan

Saat rasa menggelayut, benarkah itu dia?
Saat ilusi keindahan memutar, benarkah itu dia?
Luka tersembunyi, kisah memulai, benarkah itu dia?
Morphin tak sebanding, kuasanya lebih dari fantasi, benarkah itu dia?
Apalagi, kata-kata harus ada, melambangkan dia?
Aku benci dia,
dia yang menguasai kaula muda
Aku benci dia,
dia yang memanggil jiwa api
Aku benci dia,
dia yang dekat dengan kemegahan
Aku benci dia,
dia seperti bentuk kemutlakan
Aku benci dia,
 dia seperti papan ouija
memanggilku dengan rasa
Aku benci dia,
dia yang selalu ber-antonim bagiku
Aku benci dia,
dia yang selalu membayangi kegelapanku
Aku tak tahu dia,
dia tak hadir, dan aku hanya memiliki persepsi
yang tak asli.
Kepada waktu, pinjamkan dia di waktu
tertepat dan selipkan
di antara lembaran rasaku.

 

SALAH

Salah

Oleh : Adi Darmawan


Aku benci kebenaran
ia selalu saja menjadi tuan
Aku benci kebenaran
ia selalu saja menjadi pemenang
Aku benci kebenaran
ia selalu saja menguasai pilihan
Aku suka dengan Kejahatan
ia tampak jujur
Aku suka kejahatan
ia tampak peduli
Aku suka kejahatan
ia memiliki sisi untuk melukai
Aku suka kejahatan
ia tak pernah memiliki topeng.
Salamku dari penjara jiwa,
hanyutkan nilai antaraku dan mu....

Rabu, 27 Mei 2015

PENJARA

Penjara

Oleh :

Adi Darmawan


Aku tak mampu sentuh-Mu
Tanganku terlalu keras, lusuh
penuh bau mayat
Aku tak mengingat-Mu
Terlepas semua yang ada di waktu
Kini aku terkurung, di  karmamu
Merasa nikmat, hati menggigil
Hanya celotehku, yang menjadi setia di jiwa.



 

Sabtu, 16 Mei 2015

ZOMBIE

Zombie

Oleh : Adi Darmawan



Kau berlaga sangat romantis
Bergerak ke depan dengan kaki terseret
Matamu penuh pesona,
gelap dan buas
Jiwamu bukan mayat tapi 
adalah makhluk api
Gaya makanmu, tanpa jeda
terlihat anggun di mataku
Kedinginanmu sentuh jiwaku, tuk
memberimu kecupan rasa cinta
Rasa gila yang hanya aku memilikinya
Inginku mengukir seluruh tubuhmu
namaku dengan benang layangan
Yang baru putus tepat
setelah kumengetik ini.

Sabtu, 09 Mei 2015

SIKAT GIGI

Memilih Sikat Gigi yang Tepat


Petunjuk dibawah ini perlu diperhatikan bila Anda membeli sikat gigi.
1) Pilihlah sikat gigi yang kepalanya cukup kecil sehingga dapat digunakan dengan baik dalam rongga mulut. Bagi orang dewasa panjang kepala sikat gigi 2,5 cm, sedangkan pada anak 1,5 cm.
2) Panjang bulu sikat gigi hendaknya sama. Sikat gigi dengan bulu yang panjangnya berbeda tidak dapat membersihkan permukaan datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat.
3) Tekstur bulu sikat hendaknya memungkinkan digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan. Jangan memilih bulu keras sebab dapat merusak jaringan. Yang terlalu lunak pun dikhawatirkan tidak dapat membersihkan plak dengan sempurna. Yang paling tepat sikat gigi dengan kekakuan bulu sikat medium.
4) Gagang sikat harus cukup lebar dan tebal agar dapat dipegang kuat dan dikontrol dengan baik.
5) Cara menggosok gigi pun perlu diperhatikan. Sikat gigi hendaknya dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat gigi mengarah ke akar gigi. Letakkan sikat gigi pada jaringnan gusi dengan membentuk sudut 45 derajat.Tekan dan tarik perlahan-lahan sikat ke arah bawah bagi gigi atas dan ke arah atas bagi gigi bawah. Usahakan gigi atas tidak dalam posisi berkontak dengan gigi-gigi bawah. Gerakan dilakukan kurang lebih 10 kali pada setiap bagian, kemudian sikat digeser ke bagian berikutnya. Setelah bagian muka dan dalam gigi dibersihkan, terakhir permukaan kunyah gigi dibersihkan dengan gerakan rotasi atau gerakan ke depan belakang.
6) Selain sikat gigi biasa, ada pula sikat interprosimal. Bentuknya menyerupai sikat botol yang dikenal dengan nama proxa brush. Gunanya untuk membersihkan sela-sela gigi, khususnya pada gigi renggang, di bawah gigi tiruan cekat, juga untuk membersihkan gigi selama dipasang alat cekat ortodonsi.

KESAKITAN


Kesakitan

Oleh : Adi Darmawan


Kata masih saja kumengandalkannya
  sedikit bersama koma, goresan ini terlihat
panjang
Kata kusembunyikan rasaku ke dalammu
tepat di majas-majas sederhana dariku
Kata hempaskan aku dan dudukan di huruf 'M'
Istirahat, posisiku membaik diatasmu


Kalimat masih saja kurangkai berulang
Kali ini dengan berbeda ku sandingkan dia
di antara kataku dan sekumpulan huruf  'M'
Kalimat perlukah aku berada tepat
setelah koma di depanmu?
Kalimat kau tak tahu caranya berhenti, bukan?
kataku terbawa saja, mengacak-acak denganmu
arah tak tahu, diam ingin


Paragraf kau adalah neraka mataku
tertawa tak bersuara
Paragraf kau ahlinya sembunyi
dibalik tumpukkan kata
Paragraf kau diam, dan menyembunyikanku
di balik simbol-simbol, rakitan ekspresi datar
dari kata
Begitupun dengan kata ini, aku bingung tuk memberinya titik,
tolong beri titik darimu sebagai
pelengkap kata dariku.


 

Jumat, 03 April 2015

MALAM TELUK

Malam Teluk

Oleh : Abdul Hadi W.M


Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan

Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota

Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?

Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gongong anjing
Mencari sisa sepi

Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari

Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri





Kamis, 02 April 2015

JERIT SANDAL JEPIT

Jerit Sandal Jepit


Oleh : Remy Sylado


Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Ia kembali bersujud

Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat

Lalu ia kembali bersujud

Dicelah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia

Rabu, 01 April 2015

SEPI

Sepi


Oleh : Adi Darmawan


Tak berkoloni, soliter yang menemani
hanyutkan sesak rasa yang tergumpal
di dada
Cukup hanya disini, disini sekali lagi
biarlah terbang tinggi
di langit ke tujuh
Acak melebihi kekusutan
puisi ini tercipta
di kegundahan
Raga ini memenjara, duniawi begitu erat
seimbangku adalah dekatMu
tak ingin terlalu jauh
tak ingin. 

Selasa, 31 Maret 2015

TERUS SAJA

Terus Saja

 
Oleh : Adi Darmawan



Virus gelap penetrasikan polutan di tiga waktu
mencari inang di sekitar hati, sejenak diam
tunggu, menunggu lemah tak kuat.....
Mengulang, hampir berada di lewat batas
leburkan tiap gumpalan rasa dengan percikan sedikit darinya
menjadilah sebagaimana aku, aku di sisi sebelah.....
Tenggelam, hanya ingin ke dasar tak melihat permukaan
bersama dingin dan sendiri, kutersenyum sedikit
bergumam kecil, gerutu tentang arah yang membatu.....
Mengapa dasarku adalah pondasi cahaya? Rinduku
Tuhan, aku terlalu kuat hingga mudah rapuh
 rapuhku adalah apa yang termiliki oleh manusia, rasa yang mendingin di sekitar hati.

Senin, 16 Maret 2015

LELUCON

Lelucon

Oleh : Adi Darmawan


Menyadari dengan memisalkan apa yang tergerak terlewat
selalu saja menambah masa lalu.
Menyadari dengan kebenaran memisalkan apa yang terbuat tersesalkan
selalu saja menambah kegundahan.
Jikalau diriku, tak pernah tenggelam dalam gelap
ya dan ya, kuharap kata itu yang terdengar di telinga.
Jikalau diriku, tak pernah membuat sesuatu tergerak
ya dan ya, kuharap hatiku begitu luas mengalahkan samudera.
Di kenyataan, diriku terus menambah atau mengurangi,
membagi dan mengali, terus berputar.
Hingga kalkulasiku melebihi kebenaran kalkulator scientific,
ya dan ya, permainan begitu jemu dan terlihat sedih bagiku.

Minggu, 15 Maret 2015

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku Jauh Di Pulau

Oleh : Chairil Anwar 1946


Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri.

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
dngin membantu, laut terang tapi terasa
dku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja."

Amboi! jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
Kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri

TINDAKAN DAN KATA-KATA

Tindakan dan Kata-kata

 Oleh : Jalaludin Rumi


Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu-kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu. 

KISAHKU

Kisahku

Oleh : Kahlil Gibran


Dengarkan kisahku....
Dengarkan,
tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:
karena belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam
penderitaanku....
Jika kita mencintai, 
cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.
Jika kita bergembira,
kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam hati nurani alam.
Jangan kau anggap cinta itu datang karena pergaulan yang lama atau rayuan
yang terus-menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah
kebenaran,
yang terbuka namun rahasia;
ia hanya dapat dipahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap.

Sabtu, 07 Februari 2015

GLOSARIUM 2

1. Adat istiadat : sistem kebiasaan masyarakat.
2. Adaptif : menyesuaikan dengan perubahan sosial dan kebudayaan baru.
3. Apatis : acuh tak acuh.
4. Adaptasi : proses penyesuaian terhadap sesuatu.
5. Berpikir rasional : berpikir sesuai nalar.
6. Discovery : penemuan sesuatu yang telah ada, tetapi sebelumnya belum ditemukan.
7. Follower : pengikut atau pengekor.
8. Gemeinschaft : masyarakat paguyuban.
9. Gesselschaft : masyarakat patembayan.
10. Globalisasi : "tindakan" yang mendunia, dunia yang begitu luas kini seperti kertas yang dilipat atau dibuat seolah-olah menjadi kecil.
11. Inovasi : pengembangan dari sesuatu.
12. Inisiatif : mempunyai ide atau prakarsa membuat sesuatu.
13. Kritis : sikap tidak menerima begitu saja sesuatu hal.
14. Kritik : Argumen atau bantahan terhadap sesuatu.
15. Konsumerisme : budaya mengonsumsi sesuatu berlebihan.
16. Kebiasaan : bentuk-bentuk perbuatan yang menjadi pola perilaku.
17. Interaksi : hubungan dua orang atau lebih atau antara dua kelompok orang atau lebih atas dasar adanya aksi dan reaksi.
18. Komunikasi : proses pertukaran pikiran, perasaan, pendapat, berita, dan keterangan dengan bahasa atau dengan perlambangan audio dan visualnya.
19. Lapisan sosial : batas-batas sosial yang ada di masyarakat.
20. Masyarakat heterogen : masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya yang berbeda-beda.
21. Lembaga sosial : norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada kebutuhan pokok manusia.
22. Kebudayaan : keseluruhan pengetahuan manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
23. Kontak : hubungan yang menuju pada kerjasama atau pertentangan.

PULANG MALAM

Pulang Malam

Oleh : Joko Pinurbo, 1996



Kami tiba larut malam.
Ranjang telah terbakar 
dan api yang menjalar ke seluruh kamar
belum habis berkobar.

Di atas puing-puing mimpi
dan reruntuhan waktu
tubuh kami hangus dan membangkai
dan api siap melumatnya
menjadi asap dan abu.

Kami sepasang mayat
ingin kekal berpelukan dan tidur damai
dalam dekapan ranjang.

RANJANG KEMATIAN

Ranjang Kematian

Oleh : Joko Pinurbo, 1991



Ranjang kami telah dipenuhi semak-semak berduri.
Mereka menyebutnya firdaus yang dicipta kembali
oleh keturunan orang-orang mati.
Tapi kami sendiri lebih suka menyebutnya dunia  fantasi.

Jasad yang kami baringkan beribu tahun telah membatu.
Bantal, guling telah menjadi gundukan fosil yang dingin beku.
Dan selimut telah melumut. Telah melumut pula
mimpi-mimpi yang dulu kami bayangkan bakal abadi.

Para arwah telah menciptakan sendang dan pancuran
tempat peri-peri membersihkan diri dari prasangka manusia.
Semalaman mereka telanjang, meniup seruling,
hingga terbitlah purnama. Dan manusia terpana, tergoda.

MEMO CELANA

Memo Celana

untuk iqbal

Oleh : Joko Pinurbo



Belum lama pindah rumah, kau sudah terserang gundah.
Tidur selalu gelisah, mimpi tak pernah indah.
Seperti ada yang hilang, yang menggapai-gapai ingatan.

Itu dia. Tiba-tiba kau teringat sepasang celana usang,
celana kesayangan, yang tertinggal di tali jemuran.

Malam-malam kau datang ke bekas rumahmu dan berkata
kepada penghuni baru: "Maaf kami mau menjemput
sepasang celana yang tertinggal di halaman belakang.
Kami lupa mengajak mereka sebab waktu itu
kami tergesa." Kaujelaskan ciri-cirinya: warna pudar,
pantat koyak, dengkul sobek, enak dipakainya.

Dengan pandang mencurigakan orang baru itu berkata,
"Saya pernah melihat mereka berpelukan
dan berdansa riang di tali jemuran, tapi setelah itu
mereka entah kemana. Saya pikir, diam-diam Anda
telah mengambilnya."

Sudahlah. Mungkin celanamu sudah terbang jauh bersama
angin dan hujan. Terbang ke langit-langit kenangan.



RUMAH ORANG TUA

Rumah Orang Tua

Oleh : Raudal Tanjung Banua


Adakah masa kanakku
masih di tangan mereka

Di ruang tengah rumah mereka
duka gembira tak dibuat-buat
tak perlu menjadi terang.

Coba lempar pandang ke luar!
Kebun samping mereka
telah kutanami tanaman semestinya.

Tetapi kepada rumput, kata hati
yang keprucut, mereka bisa maklum.
Setengahnya bahkan kagum.

Kawan, jika engkau bertamu
ke rumah pinggir jalan besar itu
hingga kemalaman
ada tersedia dekat ruang tamu, sebuah kamar
bagi yang ingin lepas yang sulit dilepas!

Maka engkau akan lebih merindukan mereka
daripada merindukanku,
Dan mereka akan sering tanyakan kabarmu kepadaku.

Cemburu aku!

MENYESAL

Menyesal

Oleh : Ali Hasjmi


Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju arah padang bakti


Jumat, 06 Februari 2015

LAGU CINTA

Lagu Cinta

Oleh : Putu Wijaya


Kulihat malam begitu dalam
Dan angin berdesah bimbang
Aku pun tertegun sebelum melangkah
Masihkah kau simpan perasaan sayang
yang dahsyat dalam diriku

Kudengar senandung lamat-lamat
Begitu akrab dan kukenal
Seakan melempar ke masa silam
Ketika kita bertemu di ujung jalan
Saling membaca perasaan masing-masing
Dan setuju untuk sama-sama berjuang

Haruskah cinta berakhir sedih
Karena kita tak memilih

Tidak, kulihat nyala api masih membakar
Ketika kita terlena dan tubuh mengucap
Betapa dalam perasaan bertaut
Bahkan semakin bersatu ketika jalan tertutup

Dan aku pun bertambah yakin 
Tak ada yang mampu membunuh yang bertekad

Kulompati pagar dan menyelinap masuk
Berdiri di depan pintu memanggil namamu
Mengucap salam dan sebuah janji
Berikan aku kesempatan menyayangi

Kita telah bergetar di sini
Tidak pernah berubah hanya lebih dewasa
Tinggal kamu siap membuka pintu
Tiba saatnya untuk berhenti ragu.

KUTUKAN ITU

Kutukan Itu

Oleh : Gus TF, 1998


Kukatakan takdirku: Mencari.

Akhirnya datang kutukan itu. Kebebasan.
Adakah yang dapat engkau temukan? Tak ada.
Karena memang tak ada makna pada diriku.

Juru bisikku, kaukatakan dunia ini makna.
Kebebasan. Akhirnya datang kutukan itu.
Mencari. Tidakkah engkau budak Tuan Eksistensi?
Sepanjang hari, berabad-abad memikul kata: Makna,

esensi, makna, esensi. Sampai capek. sampai letih
dalam sajakku. Tapi tak ada. Karena makna, memang

hanya pada dirimu. Juru takdirku. Juru takdirku.

Larutkan aku dalam terali penjara maknamu.

KEBEBASAN

Kebebasan

Oleh : Rivai Avin


Di atas hancuran tembok yang kuruntuhkan
Berdiri aku atas kuda putihku, gaya dan jaya
Di hadapanku menghampar padang dan bukit
Dengan lengkungan langit yang membuatku lapar ruangan.

Lalu dadaku memberikan ruang
Bagi jantung yang memukul berdentangan
Memancarkan darah yang dia degap degupkan.

Darah kudaku pun ikut menjalang dan dia
berlonjak-lonjakan oleh kekesalan
Lalu kulepas dan kami menderu pacu ke pantai-pantai.


CATATAN HARIAN SEORANG DEMONSTRAN

Catatan Harian Seorang Demonstran

Oleh : Slamet Sukirnanto, 1966


Jaket kuning berlumur darah
Dengan sedih kututup kawan-kawan rebah
Di bumi, diterik kota Jakarta
O, kita tahu apa arti ini semua.

Tertegun di tengah galau beribu bahasa
Apakah benar peluru itu untuk nya?
Yang sebuah itu mungkin untukku?
Telah direbut demonstran di sampingku.

Udara panas kota jakarta
Kulihat ciliwung tetap cokelat airnya
Alirnya lambat mengandung duka
Apakah ini: bayang-bayang nasib kita?

Jaket kuning berlumur darah
Nyanyian gugur bunga, dalam syahdu khidmat kita
Dalam catatan harian ini semua kulihat
Dalam catatan harian ini tertulis sendat.

PUSAT

Pusat

Oleh : Toto Sudarto Bachtiar


Serasa apa hidup yang terbaring mati
Memandang musim yang mengandung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia terhenti
Padaku, tanpa bicara.

Diri mengeras dalam kehidupan
Kehidupan mengeras dalam diri
Dataran pandang meluaskan pandang senja
Hidupku dalam tiupan usia.

Tinggal seluruh hidup tersekat
Dalam tangan dan jari-jari ini
Kata-kata yang bersayap bisa menari
Kata-kata yang pejuang tak mau mati.


Kamis, 05 Februari 2015

A SPECIAL WORLD

A Special World

Oleh : Sheelagh Lennon


A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in it's cocoon
And holds us fiercely and it's womb.
It's fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are mean to last.
And though at times a thread may break
A new one forms in it's wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong

JENUH

Jenuh

Oleh : Adi Darmawan


Aku mampu memilih perasaan,
tapi perlu belajar dengan jatuh dan bangkit
Pilihan ada, tapi yang dipancarkan adalah dominasi
Tak berhingga kuburan masa lalu,
memutar kisahnya di kepala ini

Merefresh telah membekas, 
hingga kau dan siapa pun mampu melihat
Aku seorang manusia di batas ambang normal,
dengan harapan gila
Menari tak berbaju, tak bervokal

Maaf mencari kesalahan yang bangkit
dari sadar
Harapan mencari gantungan yang cocok di kepala
Waktu menempatkan kita di penjara teristimewa

Biarkan !
Menjemulah !
lalu,
Pergi.
Ucapkan,
Aku tinggalkanmu
di tiga waktu ....

TEMAN

Teman

Oleh : Adi Darmawan


Aku tak lahir dari cahaya, juga tak lahir dari senyuman
Memiliki waktu bersama, palung jiwaku luluh
Entahlah cara buat senyummu terukir di sini,
di sanubariku

Walau kita tak berbahan dasar sama,
Tapi kupunya ikatan yang begitu ampuh
untuk kau rasakan
Dan itulah harapku pada kalian,
kunang-kunang kecilku

Jika nanti ku tak ada, tak menemani keluh-kesahmu
biarlah, lupakan
Jika aku hilang perlahan, mohon tinggalkan senyuman
dari jauh untukku
Jika di waktu lalu, luka banyak bermunculan dariku
mohon maaf dari rasa kasihku padamu teman

Sadar bahwa kau dan aku tak berikat, tapi
kalian adalah warna-warni di kegelapanku.

Sampai bertemu di alam bahagia,


Cara Mencegah Pikun

Perlambat Pikun dengan Latihan Otak



Proses menua dan usia lanjut memang proses alami. Fenomena menua ini juga terjadi pada otak. Hal yang paling dirasakan adalah kemunduran daya ingat (memori) secara normal maupun tidak normal yang kemudian menyebabkan demensia. Kepikunan sebenarnya bisa diperlambat melalui latihan khusus sebelum usia terlanjur tua.

Kemampuan daya ingat yang menurun secara normal pada lansia disebabkan oleh proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang tepat, dan kesulitan untuk memusatkan perhatian (berkonsentrasi). Ia juga memerlukan lebih banyak isyarat untuk mengingat kembali apa yang pernah diketahui.

Dr. Astuti, Sp.S. dari SMF (Staf Medik Fungsional) Saraf dari RS Dr. Sardjito Yogyakarta memberikan beberapa kiat mengatasi kemunduran daya ingat atau memperlambat kepikunan sebagai berikut.

1. Selalu belajar mengaktifkan otak. Bangkitkan minat untuk memakai pikiran, misalnya membaca buku-buku yang bermanfaat, berhitung, merancang, atau memasak.
2. Ulangi informasi baru untuk disimpan dalam ingatan.
3. Berlatih memusatkan perhatian (konsentrasi) misalnya, zikir, yoga, salat.
4. Berekreasi.
5. Mengikuti kegiatan sosial.
6. Konseling kepada spesialis saraf untuk melakukan deteksi dini demensia.
7. Menyusun catatan biografi sebagai aktivitas lansia yang terbaik dan sangat berharga.
8. Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat, misalnya makan-makanan sehat, istirahat cukup, serta menghindari rokok atau alkohol.
9. Melakukan senam otak berupa gerak latih otak (GLO) dan olahraga lain sesuai dengan kemampuan.

Sumber : Republika, 3 september 2006

TAK RINDUKAH KAU

Tak Rindukah Kau


Masih di pagi ini
Makhluk-makhluk raksasa di negeri ini berkelahi
Mulut-mulut mereka semburkan bara api

Di manakah air wudhu mengalir,
Di mana kendil-kendil suci terpatri
Di mana bunga-bunga wangi tersaji

Ketika malam menjelang
Masih saja berjuta orang berperang
Mata, pikir, dan jiwa tertutup tak bermakna

Wahai yang duduk di singgasana
Tak ngerikah kau
Melihat beronggok-onggok manusia berperut tambun
Mati kaku didatangi izrail karena tersedak harta haramnya
Tak ngerikah
Jika anak-anak yang lahir pada zaman sesudahmu
Berperilaku lebih terkutuk darimu
Tak rindukah kau
Pada negerimu yang bagai surga dunia ini
Dipenuhi orang-orang yang khusuk membangun surga di alam baka
Tak rindukah kau?


(Winarto dalam Horison, edisi 40 tahun 2006)

Rabu, 04 Februari 2015

DALAM MIMPI DI SUATU MALAM

Dalam Mimpi Di Suatu Malam

Oleh : Faisal Baras, 1946


Made kecil telah bergelung
Dalam sarung
Menghadap dinding
Bayang-bayang karena setir
Sedang di luar
Suara insect
Pohon-pohon kejang, hitam
Selapis gonggong anjing
Melengkung dan sedih
Tanpa kekasih
Selebihnya mimpi-mimpi
Tentang baju dan mobil-mobilan
Rumah yang indah
Dari tanah ....

BEDUGUL

Bedugul

Oleh : Ngurah Parsua, 1946


Cemara yang menyongsong bayangan
Kemuning sunyi, redup diderai angin
Temaram meru terkatup kabut, terkatub dingin
Hujan lagi gerimis menggigil di sini

Semua bebas dalam dekapan hari
Kan bersua dalam rumah batu sejati
Kristal sepi angin meluluhkan bayangan
Kemuning sunyi danau lenggang tenang

Semua asik bersiul sendiri-sendiri
Lurus gemerisik daun dari kelopak hati
Di sinikah sepi abadi, yang misteri

Di seberang danau sana. Sepi ia menunggu
Sedihku sendu menunggu pertemuan rasa
Cinta abadi dalam rahasia

RASA BARU

Rasa Baru

Oleh : Intoyo, 1912


Zaman beredar !
Alam bertukar !
Suasana terisi nyanyian hidup.
Kita manusia

Terkarunia
Badan, jiwa, bekal serba cukup
Marilah bersama
Berdaya upaya

Mencemerlangkan apa yang redup
Memperbaharu
Segala laku,

Mengembangkan semua kuncup
Biar terbuka segenap rasa,
Rasa baharu, dasar harmoni hidup.


KUBAKAR CINTAKU

Kubakar Cintaku

Oleh : Emha Ainun Nadjib


Kubakar cintaku
Dalam hening nafasMu
Perlahan lagu menyayat
Nasibku yang penat
Kubakar cintaku
Dalam sampai sunyiMu
Agar lindap, agar tatap
Dari hunjung merapat
Rindku terbang
Menembus penyap baying
Rindku burung malam
Menangkup cahaya: rahasia bintang-bintang
Kucabik mega, kucabik suara-suara
Betapa berat kau di sukma
Agar hati, agar sauh di pantai
Sampai juga di getar ini

MASA MUDA

Masa Muda


Ia kini telah datang
Mendekat padamu ananda
Sambutlah dengan riang
Masa muda masa berguna

             Ia yang kini telah datang
             Mendekat membawa harapan
             Isilah dengan semangat juang
             Menuntut ilmu, mempertebal iman

Masa mudamu nanda
Hanya datang sekali
Ia akan pergi secara diam
Tinggalkan dirimu berarti atau tidak berarti

Dikutif dari : Bahasa Indonesia, 4a Depdikbud

HIDUP BARU

Hidup Baru

Oleh : Ipih, H.R.

Hidup baru berkobar dalamku,
Segala indah dalam pandangan,
Hidup zamanku jadi ilhamku,
Zaman yang penuh perjuangan.

Jiwaku yang dulu kecewa,
Merana dalam malam kesepihan,
Sekarang kembali kuat gembira,
Dicium sinar api perjuangan.

Selagi jantungku berdegup gembira,
Memompakan darah merah pahlawan,
Selama itu dengan ikhlas,
Kuserahkan jiwaku pada perjuangan.


Senin, 02 Februari 2015

GLOSARIUM

1. Aerodinamika : ilmu yang berhubungan dengan gerakan udara, gas lain atau kakas yang bekerja pada benda padat apabila bergerak melalui gas atau apabila gas yang mengalir mengenai atau mengelilingi benda padat.
2. Aktivitas : keaktifan; kegiatan.
3. Alternatif : pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
4. Ambigu : bermakna lebih dari satu.
5. Artikulasi : lafal, pengucapan kata.
6. Autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan cara belajar sendiri.
7. Deklamasi : penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya.
8. Dirgantara : ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa.
9. Dramatisasi : hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau mengharukan; pembawaan atau pembacaan puisi atau prosa secara drama.
10. Editor : orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, dan sebagainya; penyunting.
11. Karier : perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya.
12. Kinesika : ilmu tentang pemakaian gerak tubuh (tangan, muka dan sebagainya) sebagai bagian dari proses komunikasi.
13. Kolaborasi : (perbuatan) kerja sama.
14. Konkret : nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dan diraba).
15. Konstruksi : susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata.
16. Koordinatif : bersifat koordinasi.
17. Korelasi : hubungan timbal balik atau sebab akibat.
18. Metode : cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai  tujuan yang ditentukan.
19. Motivasi : dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.
20. Patriotik : bersifat cinta pada tanah air.
21. Persepsi : tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya.
22. Pesimis : orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik  (khawatir, kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis harapan).
23. Prestisius : berkenaan dengan prestise (wibawa).
24. Produktif : bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar).
25. Redaktur : orang yang menangani bidang redaksi; pemimpin (kepala atau penerbit) surat kabar dan sebagainya.
26. Desentralisasi : sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepad pemerintahan daerah.
27. Eksekutif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan undang-undang.
28. Gunseikan : kepala pemerintahan militer pada masa pendudukan Jepang yang dirangkap oleh kepala staf.
29. Hegemoni : pemgaruh kepemimpinan, dominasi, atau kekuasaan suatu negara atas negara lain (atau negara bagian)
30. Ideologi : kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat  (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk keberlangsungan hidup.
31. Intervensi : campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara).
32. Kritik : kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat.
33. Legislatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan membuat undang-undang.
34. Membaca intensif : membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks.
35. Periodisasi : pembagian menurut zamannya.
36. Pidato : wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan khalayak.
37. Resesi : kelesuan atau kemunduran dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya.
38. Revitalisasi : proses, cara , perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali.
39. Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan; pemusatan.
40. Yudikatif : pejabat pemerintah yang mempunyai kekuasaan menjalankan peradilan dan hukum.

TANAH KELAHIRAN

Tanah Kelahiran

Oleh : Ramdhan K.H.


Seruling di pasir ipis, merdu
antara gundukan pohonan pina
tembang menggema di dua kaki
Burangrang-Tangkubanprahu.

Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di air tipis menurun.

Membelit tangga di tanah merah
Dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyian kentang sudah digali
Kenakan kebaya merah ke pewayangan.

Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di hati gadis menurun.


Sumber : Puisi, Teori Apresiasi Bentuk dan Struktur, Drs. B.P Situmorang



TERATAI

Teratai

Oleh : Sanusi Pane

Kepada Ki Hajar Dewantara


Dalam kebun di tanah airku 
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, O, teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarpun sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tidak dilihat,
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga zaman.

Sumber : Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa,2013

Search Me

Mengenai Saya

Foto saya

My name is Adi Darmawan. I come from Bogor. My hobby is solitude in the darkness and write.